JAWA TENGAH — Renault India resmi memperkenalkan Kwid terbaru pada Sabtu, 4 Juli 2026. Mobil ini diposisikan sebagai pesaing langsung mobil murah ramah lingkungan di India, setara dengan konsep LCGC yang dikenal di Indonesia. Harga pembuka yang dikonversi ke rupiah berada di kisaran Rp 80 jutaan, menjadikannya salah satu mobil Eropa termurah yang bisa didapatkan konsumen di kawasan Asia Selatan.
Untuk generasi terbaru ini, Renault menyegarkan tampilan Kwid dengan desain depan yang lebih agresif. Gril berukuran lebih besar dengan aksen krom kini menyatu dengan lampu utama yang mengadopsi teknologi LED pada varian tertinggi.
Di bagian interior, dasbor didesain ulang dengan layar sentuh berukuran 8 inci yang mendukung konektivitas smartphone. Material jok menggunakan kombinasi kain dengan jahitan kontras, memberikan kesan lebih premium dibanding pendahulunya.
Renault masih mengandalkan mesin bensin 1.0 liter 3-silinder yang menghasilkan tenaga 68 dk dan torsi 91 Nm. Mesin ini dipadukan dengan transmisi manual 5-percepatan atau AMT (Automated Manual Transmission) yang tersedia di varian tertentu.
Menariknya, Renault juga menyediakan opsi bahan bakar CNG (Compressed Natural Gas) untuk pasar India. Saat menggunakan CNG, tenaga mesin turun menjadi 58 dk, namun biaya operasional per kilometer diklaim jauh lebih irit dibanding versi bensin murni.
Renault memasarkan Kwid terbaru dalam tiga varian utama: RXE, RXL, dan RXT. Berikut rincian harga yang dikonversi ke rupiah dengan kurs estimasi Rp 205 per rupee India:
Harga tersebut merupakan harga on-road di New Delhi, belum termasuk pajak dan biaya registrasi yang bisa berbeda di tiap negara bagian.
Untuk pasar India yang kini menerapkan regulasi keselamatan lebih ketat, Renault membekali Kwid terbaru dengan rem ABS (Anti-lock Braking System) dan EBD (Electronic Brakeforce Distribution) sebagai perlengkapan standar di semua varian. Dual airbag baru tersedia mulai varian RXL ke atas.
Sensor parkir belakang dan kamera mundur hanya ada di varian tertinggi RXT. Meski begitu, struktur bodi Kwid telah diperkuat untuk memenuhi standar tabrak samping yang mulai diberlakukan di India tahun ini.
Renault belum memberikan konfirmasi apakah Kwid generasi terbaru ini akan diekspor ke Indonesia. Namun, mengingat model sebelumnya sempat diimpor utuh dan dijual di pasar Tanah Air, bukan tidak mungkin Renault Indonesia akan mempertimbangkan untuk menghadirkan kembali mobil entry-level ini.