BREBES — Jasad MAA (5) ditemukan dalam kondisi mengambang dan hanyut terbawa arus saluran irigasi Dukuh Congkar, RT 04 RW 05, Desa Laren, Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, pada Jumat (3/7/2026) sekitar pukul 16.00 WIB. Penemuan itu terjadi setelah pencarian massal selama empat jam oleh warga dan perangkat desa.
Keluarga korban mengungkapkan bahwa MAA berpamitan meninggalkan rumah sejak pukul 12.00 WIB untuk melaksanakan ibadah salat Jumat. Namun, hingga beberapa jam setelah jemaah bubar, anak tersebut tak kunjung pulang.
Rasa cemas mulai melanda orang tua korban. Warga bersama perangkat desa setempat langsung berinisiatif melakukan pencarian mandiri secara masif di area persawahan dan sepanjang aliran irigasi yang kerap dijadikan tempat bermain oleh korban.
Seorang warga bernama Muhammad Khaerun menjadi saksi pertama yang melihat sesosok jasad anak-anak dalam posisi mengambang dan hanyut terbawa arus. Tanpa membuang waktu, ia langsung melompat ke air untuk mengevakuasi korban ke daratan.
Penemuan tersebut kemudian dilaporkan secara berantai kepada Ketua RT Asrori Suroso, perangkat desa Kismanto, hingga akhirnya diteruskan ke Mapolsek Bumiayu pada pukul 16.30 WIB.
Polsek Bumiayu bersama tim medis yang tiba di lokasi langsung melakukan pemeriksaan terhadap kondisi balita tersebut. Hasil pemeriksaan awal memastikan korban telah meninggal dunia akibat tenggelam.
Pihak kepolisian masih mendalami peristiwa ini. Belum ada keterangan resmi lebih lanjut terkait langkah penanganan atau penyelidikan dari aparat setempat.
Peristiwa ini menyisakan duka mendalam bagi keluarga korban dan warga Desa Laren. Warga setempat mengaku saluran irigasi di Dukuh Congkar memang kerap dijadikan lokasi bermain oleh anak-anak, terutama saat musim kemarau ketika debit air tidak terlalu tinggi.
Namun, kondisi arus yang deras pada Jumat sore diduga menjadi penyebab korban terseret dan tak bisa menyelamatkan diri. Tidak ada saksi yang melihat langsung saat korban jatuh ke saluran irigasi tersebut.