JAWA TENGAH — Folarin Balogun dipastikan bisa tampil saat Amerika Serikat menjamu Belgia di Seattle Stadium pada babak 16 besar Piala Dunia 2026, Kamis (2/7) mendatang. Padahal, penyerang Monaco itu seharusnya menjalani skorsing satu pertandingan otomatis setelah mendapat kartu merah langsung dalam kemenangan AS atas Bosnia dan Herzegovina di fase grup.
Kartu merah Balogun terjadi saat ia menginjak pergelangan kaki Tarik Muharemovic dalam sebuah duel. Berdasarkan aturan standar FIFA, hukuman tersebut otomatis membuatnya absen di laga hidup mati melawan Belgia. Namun, FIFA memilih menerapkan Pasal 27 Kode Disiplin yang memungkinkan hukuman ditangguhkan selama satu tahun dengan masa percobaan.
Keputusan ini mendapat dorongan ekstra dari Presiden AS Donald Trump. Trump dilaporkan menghubungi Gianni Infantino untuk meminta FIFA meninjau ulang kasus Balogun. Keduanya memang memiliki hubungan dekat, terbukti saat Trump menerima FIFA Peace Prize tahun lalu.
"FIFA melakukan hal yang benar dengan membalikkan ketidakadilan besar," tulis Trump di akun Truth Social-nya setelah keputusan diumumkan.
Namun, Federasi Sepak Bola Kerajaan Belgia (RBFA) langsung merespons dengan pernyataan keras. Mereka menyebut keputusan FIFA mengejutkan dan bertentangan dengan aturan turnamen itu sendiri. RBFA merujuk pada Pasal 10.5 Regulasi Piala Dunia 2026 yang secara eksplisit menyatakan kartu merah langsung otomatis menghasilkan skorsing untuk laga berikutnya.
Ini bukan pertama kalinya FIFA menerapkan Pasal 27. Sebelumnya, aturan yang sama dipakai untuk membatalkan skorsing Cristiano Ronaldo sehingga ia bisa tampil di laga awal grup Portugal. Kasus serupa juga membuka jalan bagi Moises Caicedo (Ekuador) dan Nicolas Otamendi (Argentina) untuk bermain setelah keduanya diusir wasit dalam pertandingan yang sama.
Praktik ini memicu perdebatan sengit. Di satu sisi, FIFA dianggap melindungi kepentingan komersial dengan memastikan bintang-bintang besar tetap tampil. Di sisi lain, keputusan ini dianggap merusak prinsip fair play dan menciptakan ketidakadilan bagi tim lawan.
RBFA tidak tinggal diam. Dalam pernyataan resminya, mereka menegaskan bahwa aturan skorsing otomatis telah ditegaskan berulang kali, termasuk dalam Circular No. 16 yang dibagikan ke seluruh asosiasi anggota pada 12 Mei 2026.
"Demi melindungi hak sah semua tim peserta dan prinsip dasar fair play, RBFA sedang menyelidiki semua opsi yang tersedia," bunyi pernyataan resmi federasi Belgia.
Keputusan ini jelas menjadi duri bagi Belgia yang harus menghadapi pemain paling tajam AS di turnamen ini. Balogun telah mencetak tiga gol dalam tiga penampilan awal di Piala Dunia 2026. Dengan campur tangan politik dari Gedung Putih dan ancaman protes resmi dari Belgia, FIFA kini berada di pusat badai politik baru yang bisa mengguncang kredibilitas turnamen.