JAWA TENGAH — Salah satu daya tarik utama iPhone adalah update iOS yang panjang. Apple biasanya memberikan update besar selama tujuh tahun. Tapi, jaminan itu tidak selalu pasti.
Ambil contoh iPhone 15 yang dirilis 2023. Model ini sudah tidak mendukung Apple Intelligence, fitur AI anyar yang jadi fokus utama Apple. Sementara itu, iOS 27 memang masih mendukung iPhone 11 (rilis 2019), tapi kejutan bisa terjadi. WatchOS 27 baru-baru ini mencoret Apple Watch Series 8 dan Ultra generasi pertama yang baru berusia empat tahun. Ini sinyal bahwa dukungan software bisa diputus lebih cepat dari dugaan.
iPhone bekas otomatis membawa teknologi lama. Apple terus meningkatkan efisiensi baterai lewat prosesor yang lebih irit dan sistem pendingin seperti vapor chamber di iPhone 17 Pro. Belum lagi fitur-fitur yang dulu eksklusif untuk model Pro, seperti Always-On Display dan ProMotion, kini jadi standar di iPhone 17 reguler.
Masalah klasik lainnya adalah kapasitas penyimpanan. iPhone 12 atau iPhone SE 3 (2022) hanya punya 64GB. Di tahun 2026, angka itu sangat tidak praktis untuk foto, video, dan aplikasi sehari-hari. Anda juga akan kehilangan tombol Action, Camera Control, dan kemampuan fast charging yang lebih baik.
Setiap iPhone baru punya garansi universal satu tahun dari Apple. Tapi iPhone bekas hampir pasti sudah melewati masa garansi tersebut. Lebih rumit lagi, Apple hanya memberi waktu 60 hari setelah pembelian untuk menambahkan AppleCare+. Setelah itu, Anda tidak bisa lagi mendaftar.
Tanpa AppleCare+, Anda harus menanggung sendiri biaya penggantian baterai, layar retak, atau kerusakan bagian belakang yang harganya tidak murah. Ini bisa membuat harga "murah" di awal menjadi mahal di kemudian hari.
Kelemahan terbesar membeli iPhone bekas adalah ketidakpastian riwayat perangkat. Anda tidak tahu apakah layar atau baterai yang terpasang adalah komponen asli atau palsu. Apple kini mempersulit penggunaan suku cadang ilegal; setiap komponen internal harus divalidasi oleh sistem mereka, bahkan jika Anda memperbaikinya di bengkel pihak ketiga. Jika ketahuan ada komponen palsu, Anda harus merogoh kocek lagi untuk menggantinya dengan yang asli.
Daripada membeli iPhone bekas yang penuh ketidakpastian, lebih baik cari model baru yang paling mahal sesuai kemampuan finansial Anda. Dengan begitu, Anda mendapat garansi penuh, dukungan software maksimal, dan hardware yang dirancang untuk bertahan beberapa tahun ke depan. Meskipun mid-range Android kadang lebih unggul di spesifikasi kertas, iPhone baru tetap menawarkan ekosistem dan nilai jual kembali yang lebih stabil.