KLATEN — Wajah Sendang Bulus di Desa Jimbung, Kecamatan Kalikotes, Kabupaten Klaten, berubah total dalam beberapa tahun terakhir. Mata air yang dulu lebih dikenal sebagai tempat ritual pesugihan kini beralih fungsi menjadi destinasi wisata pemandian alami yang ramai dikunjungi warga dari berbagai daerah.
Sendang Bulus sempat identik dengan praktik pesugihan dan aktivitas mistis lainnya. Banyak orang datang untuk melakukan ritual tertentu dengan harapan mendapat kekayaan instan. Namun, kondisi itu mulai berubah setelah pengelolaan kawasan ini diambil alih oleh BUMDes pada tahun 2020.
Sejak saat itu, pengelola menerapkan aturan tegas: segala bentuk aktivitas yang bernuansa mistis dilarang. Kawasan ini kemudian ditata ulang menjadi tempat pemandian alami yang aman dan nyaman untuk keluarga.
Alih fungsi ini membuat Sendang Bulus Jimbung semakin populer. Warga tidak lagi datang untuk urusan gaib, melainkan untuk mencari kesegaran air alami yang diyakini memiliki khasiat untuk terapi kesehatan. Suasana asri dan air yang jernih menjadi daya tarik utama.
Pengunjung bisa berendam di kolam alami yang airnya langsung bersumber dari mata air pegunungan. Tempat ini juga dilengkapi dengan fasilitas pendukung seperti area parkir, warung makan, dan gazebo untuk bersantai.
Perubahan fungsi ini membawa dampak ekonomi langsung bagi warga sekitar. Kehadiran wisatawan meningkatkan omzet pedagang kecil dan pelaku UMKM di sekitar lokasi. Pendapatan dari tiket masuk dan retribusi juga menjadi pemasukan tambahan bagi kas desa melalui BUMDes.
“Dulu tempat ini sepi dan kadang bikin resah warga karena aktivitas ritual. Sekarang ramai, malah jadi sumber penghasilan,” ujar seorang perangkat desa setempat.
Kunci perubahan ini ada pada pendekatan pengelolaan yang lebih profesional. BUMDes tidak hanya melarang ritual mistis, tetapi juga melakukan penataan fisik kawasan. Jalan akses diperbaiki, area pemandian dibersihkan, dan aturan jam operasional diberlakukan secara ketat.
Pengelola juga aktif mempromosikan Sendang Bulus sebagai destinasi wisata alam dan kesehatan, bukan lagi tempat yang identik dengan hal-hal supranatural. Strategi ini terbukti efektif mengubah citra tempat tersebut di mata publik.
Kawasan ini kini tidak hanya menjadi tempat rekreasi, tetapi juga tujuan wisata edukasi tentang pengelolaan sumber daya alam berbasis masyarakat. Warga desa dilibatkan dalam operasional sehari-hari, mulai dari menjaga kebersihan hingga menjadi pemandu wisata.
Ke depannya, pengelola berencana menambah fasilitas seperti area outbound dan taman bermain anak untuk menarik lebih banyak pengunjung. Dengan begitu, Sendang Bulus Jimbung diharapkan bisa menjadi salah satu ikon wisata baru di Klaten yang bersih, aman, dan bebas dari praktik mistis.