KEBUMEN — Usaha rumahan yang semula hanya pemasok bahan baku, kini menjelma menjadi penggerak ekonomi warga. Di tangan Linda Setyowati, pelepah pisang yang kerap dibuang petani diubah menjadi tambang serbaguna yang tembus pasar internasional.
Bersama suaminya, Andrianto, Linda memulai usaha ini setelah bertahun-tahun hanya menjadi pemasok bahan baku bagi pengrajin di wilayah Karanggayam. Rasa penasarannya mendorong Linda untuk belajar langsung dari pengrajin dan akhirnya memproduksi sendiri.
"Awalnya kami hanya menyuplai bahan ke pengrajin selama bertahun-tahun. Saya penasaran sebenarnya pelepah pisang ini dibuat apa. Akhirnya saya bertanya kepada pemilik usaha, lalu mencoba membuatnya sendiri bersama suami. Lama-kelamaan ternyata menarik dan bisa menambah penghasilan," ujar Linda, Kamis (9/7/2026).
Usaha yang berpusat di rumah Linda itu tak hanya menggerakkan perekonomian keluarganya. Ia mengajak ibu-ibu rumah tangga hingga warga pralansia di Desa Pecarikan untuk ikut memproduksi tambang pelepah pisang, baik di lokasi produksi maupun dikerjakan dari rumah masing-masing.
"Awalnya saya mengajak tetangga sekitar yang belum punya pekerjaan. Alhamdulillah mereka tertarik, sekarang pekerjaannya semakin banyak dan bisa membantu menambah penghasilan keluarga," kata Linda.
Bahan baku pelepah pisang diperoleh langsung dari para petani di berbagai wilayah sekitar. Kehadiran usaha ini memberi nilai tambah pada limbah pertanian sekaligus menekan angka pengangguran di lingkungan setempat.
Tambang pelepah pisang buatan Linda dikirim ke sejumlah daerah, seperti Cirebon, Kulonprogo, dan Bantul. Di tangan para pengrajin, bahan tersebut diolah menjadi beragam produk: keranjang, karpet, tempat pensil, tempat rias, hiasan dinding, hingga kursi berbahan alami.
"Kalau ke Cirebon kebanyakan untuk bahan pembuatan kursi. Sementara ke Jogja biasanya untuk karpet, keranjang, dan berbagai kerajinan lainnya," jelas Linda.
Tak hanya memenuhi permintaan dalam negeri, produk berbahan pelepah pisang dari Kebumen ini telah menembus pasar internasional. Kerajinan yang menggunakan bahan baku dari Desa Pecarikan itu diekspor ke Amerika Serikat dan Jepang.
Langkah Linda membuktikan bahwa limbah pertanian bisa menjadi peluang bisnis yang menjanjikan sekaligus memberdayakan masyarakat sekitar. Usaha ini terus berkembang dan menjadi salah satu pelopor pengrajin leles banana di Kabupaten Kebumen.