JAWA TENGAH — BYD akhirnya meluncurkan Dolphin G DM-i secara resmi untuk pasar Eropa, menjadikannya model pertama yang dirancang khusus dari awal untuk konsumen di benua biru. Hatchback PHEV ini mulai bisa dipesan di Jerman dan Inggris dengan harga awal sekitar 21.900 dolar AS atau sekitar Rp 350 juta setelah dipotong insentif pemerintah dan bonus dari pabrikan.
BYD membekali Dolphin G dengan sistem Super Hybrid yang menggabungkan mesin bensin 1.5 liter 4-silinder dengan dua motor listrik. Satu motor berfungsi sebagai penggerak roda depan, satunya lagi sebagai generator pengisi baterai.
Motor listrik permanen magnet sinkron ini menghasilkan 161 hp (120 kW) dan torsi 210 Nm, cukup untuk akselerasi 0-100 km/jam dalam 8,3 detik. Untuk varian Boost, Comfort, dan Sport Edition, baterai Blade 18,3 kWh memberi jarak tempuh listrik murni 104 km (WLTP) dan total gabungan 1.040 km. Sementara varian Active hanya dibekali baterai 7,42 kWh dengan jarak tempuh EV 40 km dan total 1.019 km.
Di Jerman, BYD Dolphin G DM-i Active dibanderol mulai 18.990 euro (Rp 328 juta) setelah dipotong insentif pemerintah 4.500 euro dan bonus BYD 5.500 euro. Tanpa insentif, harga standarnya 28.990 euro (Rp 500 juta). Di Inggris, harga awal untuk varian Active adalah 23.990 poundsterling (Rp 482 juta), sementara varian Sport Edition termahal mencapai 29.940 poundsterling.
Menariknya, Dolphin G ini lebih mahal sedikit dibanding versi listrik murni Dolphin Surf yang mulai 12.990 euro di Jerman. Namun dengan kemampuan PHEV, BYD menargetkan pembeli yang masih khawatir dengan infrastruktur charging.
Semua varian Dolphin G sudah dilengkapi Adaptive Cruise Control, Lane Departure Assist, Blind Spot Detection, serta Front dan Rear Cross Traffic Alert dengan fungsi pengereman otomatis. Fitur lain termasuk kamera 360 derajat (varian Comfort ke atas), panoramic roof dengan sunshade elektrik, dan head-up display layar lebar.
Pengemudi bisa memilih mode EV murni yang tidak akan menyalakan mesin bensin sampai baterai habis, atau mode Hybrid yang secara otomatis memilih lima konfigurasi penggerak untuk efisiensi maksimal. BYD mengklaim konsumsi bahan bakar tertimbang bisa mencapai 201,7 mpg (sekitar 85 km/liter) saat baterai penuh.
Varian Boost ke atas mendapat onboard charger 6,6 kW dan dukungan DC fast charging 39 kW, yang mampu mengisi baterai dari 10 persen ke 80 persen hanya dalam 26 menit. Sementara varian Active dengan charger 3,3 kW butuh waktu sekitar tiga jam untuk pengisian penuh dari 15 persen — ideal untuk charging semalaman di rumah.
Dengan panjang 4.160 mm, lebar 1.825 mm, dan tinggi 1.575 mm, Dolphin G menjadi PHEV terkecil di segmen B di Inggris — lebih ringkas dari Toyota Yaris yang hanya hybrid konvensional. BYD mengklaim emisi CO2 turun dari 60 g/km menjadi hanya 32 g/km pada varian baterai besar.