BREBES — Ruas jalan yang membentang dari Desa Jagalampeni hingga Tegalgandu, Kecamatan Wanasari, kini resmi mulus. Pemkab Brebes merampungkan perbaikan infrastruktur tersebut yang sempat menjadi keluhan warga karena kondisinya tidak rata dan sulit dilalui, terutama saat mengangkut hasil pertanian.
Proyek ini dikerjakan dengan dua metode. Sepanjang 526 meter dibangun menggunakan konstruksi jalan beton, yang terdiri dari segmen 405 meter dan 131 meter. Sementara itu, ruas sepanjang 848 meter lainnya mendapat pengerasan aspal jenis AC-WC (Asphalt Concrete-Wearing Course).
Manfaat perbaikan tidak hanya dirasakan warga Desa Jagalampeni dan Tegalgandu. Masyarakat dari Desa Siwungkuk dan Dukuhwringin yang sehari-hari melintas juga ikut lega. Sebelum diperbaiki, jalan berlubang dan bergelombang membuat perjalanan tidak nyaman, terutama bagi pengendara motor dan angkutan hasil bumi.
Sakuri (47), petani asal Desa Tegalgandu, mengaku kini lebih mudah mengangkut hasil panen. "Dulu jalan tersebut susah dilalui, tapi sekarang sudah rapi dan saat mengangkut hasil pertanian juga gampang," ujarnya.
Abdul Rozak, seorang pedagang yang biasa melintas, merasakan perubahan signifikan. Ia mengaku pendapatan dari jualannya mulai meningkat setelah akses jalan mulus. "Awalnya jualan pendapatannya kurang, tapi beberapa hari terakhir lumayan ramai," katanya.
Ia berharap perbaikan bisa dilanjutkan hingga Desa Glonggong agar dampak ekonomi lebih luas. "Mudah-mudahan perbaikan bisa dilanjutkan hingga Desa Glonggong, sehingga bisa dirasakan masyarakat luas," tambahnya.
Perbaikan jalan poros ini merupakan bagian dari komitmen Pemkab Brebes di bawah kepemimpinan Bupati Paramitha Widya Kusuma. Pemerintah daerah menargetkan perbaikan infrastruktur dasar untuk menunjang mobilitas warga dan sektor perekonomian, termasuk pertanian dan perdagangan lokal.
Dengan rampungnya proyek ini, warga berharap perawatan rutin dilakukan agar jalan tidak cepat rusak kembali. Sejumlah pengguna jalan juga meminta pemerintah daerah menambah penerangan jalan di beberapa titik rawan kecelakaan.