JAWA TENGAH — Dua struktur dasar lokomotif berukuran besar itu bukan sekadar muatan biasa. Di balik pengiriman perdana ke Benua Australia, ada capaian strategis bagi BUMN karya asal Madiun, Jawa Timur, ini. INKA tidak hanya membuktikan kemampuan manufakturnya, tetapi juga menembus pasar yang selama ini didominasi oleh produsen Eropa dan Amerika.
Australia dikenal sebagai salah satu pasar perkeretaapian paling ketat di dunia dengan standar kualitas dan keselamatan yang sangat tinggi. Negara tersebut selama ini menjadi langganan produsen kereta asal Amerika Serikat, Jerman, dan Tiongkok. Masuknya INKA ke pasar ini menandakan bahwa produk dalam negeri sudah memenuhi standar global yang ketat.
Pengiriman underframe ini merupakan bagian dari kontrak yang lebih besar. Meski INKA belum merinci nilai kontrak secara keseluruhan, langkah ini menjadi pintu masuk untuk proyek-proyek berikutnya, termasuk kemungkinan pengiriman rangkaian kereta jadi atau suku cadang lainnya.
Sebelum menembus Australia, INKA sudah malang melintang di pasar ekspor. Perusahaan pelat merah ini tercatat pernah mengirimkan produk ke Bangladesh, Filipina, Malaysia, hingga negara-negara di Afrika seperti Senegal dan Ghana. Namun, ekspor ke Australia memiliki nilai strategis tersendiri karena membuktikan bahwa produk INKA mampu bersaing di negara dengan standar industri paling maju.
Direktur Utama INKA sebelumnya menyebutkan bahwa perusahaan terus berupaya meningkatkan kualitas produksi dan efisiensi agar bisa bersaing dengan pabrikan global. Keberhasilan ini juga didukung oleh kebijakan pemerintah yang mendorong produk dalam negeri untuk go global.
Setiap kontrak ekspor yang diraih INKA berdampak langsung pada rantai pasok industri dalam negeri. Mulai dari pabrik komponen di Madiun, bengkel las di Jawa Timur, hingga jasa logistik di Pelabuhan Tanjung Perak dan Terminal Petikemas Surabaya turut kebagian pekerjaan. Ini berarti lapangan kerja baru dan peningkatan kapasitas produksi nasional.
Ke depan, INKA diproyeksikan akan terus memperluas pasar ke negara-negara Asia Pasifik lainnya. Dengan portofolio yang kini mencakup Australia, bukan tidak mungkin produk kereta api buatan Indonesia akan semakin sering terlihat di rel-rel negara maju. Satu langkah kecil dari Surabaya, satu lompatan besar bagi industri perkeretaapian nasional.