Generasi Muda Tegal Diajak Ubah Pola Pikir Cegah Burnout: Beban Jadi Amanah

Penulis: Xander Situmorang  •  Minggu, 12 Juli 2026 | 13:26:01 WIB
Generasi muda Tegal diajak mengubah pola pikir untuk mencegah burnout melalui talk show Mental Health Matters.

TEGAL — Kelelahan fisik dan mental akibat tumpukan tanggung jawab kini menjadi perhatian serius di kalangan generasi muda. Forum Silaturahmi Lembaga Dakwah Kampus (FSLDK) Tegal Raya merespons isu ini dengan menggelar Talk Show Mental Health Matters bertema "Peran Ganda dan Burnout" di sebuah kafe di Kota Tegal, belum lama ini.

Mengubah Label untuk Meredakan Tekanan Psikologis

Konselor sekaligus Duta Kesehatan Mental, Kartika Dwi Hapsari, yang menjadi narasumber dalam acara tersebut menyebut langkah awal pencegahan dimulai dari cara seseorang menyebut tanggung jawabnya. Menurutnya, istilah "beban ganda" secara psikologis justru memperkuat tekanan mental.

"Peran ganda bukan hanya dialami perempuan, laki-laki juga memilikinya. Semua itu adalah bagian dari tanggung jawab yang perlu diselesaikan, sehingga cara memandangnya juga perlu diubah," ujar Kartika dalam sesi yang dihadiri puluhan peserta.

Ia menambahkan, ketika setiap aktivitas dimaknai sebagai amanah dan bagian dari proses pertumbuhan, seseorang cenderung lebih tangguh secara psikologis. Sebaliknya, jika terus-menerus dianggap sebagai tekanan, risiko gangguan kesehatan mental meningkat.

Tiga Jenis Kelelahan yang Sering Terabaikan

Kartika memaparkan bahwa burnout tidak bisa diremehkan karena mencakup tiga aspek yang saling terkait. Pertama, kelelahan fisik di mana tubuh terasa lelah kronis meski sudah beristirahat. Kedua, kelelahan psikis yang ditandai dengan hilangnya motivasi, kecemasan, dan emosi tidak stabil.

"Ketiga adalah kelelahan spiritual, yaitu saat seseorang merasa hampa dan kehilangan makna dalam menjalani rutinitas," jelasnya.

Ia mengingatkan pentingnya mendeteksi tanda-tanda awal ini sebelum kondisi semakin parah. "Ketika mampu melihat setiap peran sebagai bagian dari proses bertumbuh, bukan sebagai tekanan, maka kita akan lebih mudah menjaga kesehatan mental," tegas Kartika di hadapan peserta.

Fokus pada Perempuan yang Rentan Alami Multiperan

Penanggung Jawab Acara, Dwi Ayu Riani, mengungkapkan bahwa agenda ini lahir dari keprihatinan terhadap kaum perempuan yang kerap menanggung tuntutan multiperan. Banyaknya tanggung jawab yang berjalan bersamaan sering kali membuat mereka kehilangan fokus dan kebingungan.

Melalui kegiatan ini, FSLDK Tegal Raya berharap para peserta, khususnya perempuan di Jawa Tengah, mendapatkan edukasi segar mengenai manajemen stres. "Kami berharap para perempuan mampu menjalankan berbagai peran dalam kehidupan secara seimbang tanpa mengabaikan kondisi diri sendiri," pungkas Dwi.

Reporter: Xander Situmorang
Sumber: radartegal.disway.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top