OnePlus Hentikan Penjualan Ponsel di AS dan Eropa, Pengguna Indonesia Terdampak?

Penulis: Usman Harun  •  Selasa, 14 Juli 2026 | 19:49:31 WIB
OnePlus menghentikan produksi dan distribusi ponsel anyar di Amerika Serikat dan Eropa.

JAWA TENGAH — Berdasarkan laporan dari WinFuture yang dikutip pekan ini, OnePlus tidak akan lagi memproduksi atau mendistribusikan ponsel anyar untuk konsumen di AS dan Eropa. Stok yang tersisa akan dijual habis dalam beberapa pekan ke depan tanpa rencana pengisian ulang. Langkah ini mengonfirmasi rumor yang beredar sejak awal tahun bahwa posisi OnePlus di pasar barat semakin melemah.

Dampak bagi Pemilik OnePlus Saat Ini

Bagi yang sudah memiliki perangkat OnePlus, tidak perlu panik — setidaknya untuk sekarang. Perusahaan disebut akan tetap memberikan pembaruan sistem dan keamanan untuk perangkat yang aktif. OnePlus 15, misalnya, masih dijadwalkan mendapat empat tahun pembaruan OS dan enam tahun patch keamanan.

Namun, masa depan dukungan jangka panjang masih abu-abu. Tidak ada jaminan berapa lama update akan terus dikirimkan setelah penghentian penjualan resmi. Beberapa pengguna bahkan sudah melaporkan kendala dalam proses klaim garansi, yang makin memperkuat tanda-tanda transisi ini.

Penyebab: Restrukturisasi Besar Oppo

Keputusan ini bukan terjadi tiba-tiba. Sejak awal tahun, Oppo telah melakukan restrukturisasi besar dengan menggabungkan OnePlus dan Realme ke dalam satu payung bisnis. Tujuannya: menciptakan pendekatan perangkat keras dan perangkat lunak yang lebih terpadu, sekaligus memangkas biaya operasional di pasar yang kompetitif.

OnePlus kini perlahan mengarahkan pelanggannya ke perangkat Oppo. Ini terlihat dari komunikasi resmi maupun strategi penjualan di beberapa negara. Langkah ini membuat spekulasi makin kuat: OnePlus di barat sudah memasuki fase akhir.

Nasib OnePlus: Mati atau Pindah?

Meski hengkang dari AS dan Eropa, OnePlus diperkirakan tetap hidup di China dan India. Di dua pasar utama itu, brand masih punya basis penggemar yang solid. Namun, sebagian penggemar lama merasa esensi OnePlus sudah hilang jauh sebelum pengumuman ini.

Kritik mengarah pada OnePlus 15 yang disebut sebagai Oppo rebranding. Salah satu indikatornya: sistem kamera Hasselblad yang ikonik ditinggalkan. Bagi komunitas yang dulu membeli OnePlus karena janji "flagship killer" dengan harga lebih ramah, perubahan ini terasa seperti pengkhianatan terhadap DNA awal brand.

Apa Artinya untuk Pasar Indonesia?

Hingga berita ini ditulis, belum ada pernyataan resmi mengenai nasib OnePlus di Indonesia. Pasar Asia Tenggara selama ini menjadi salah satu andalan brand asal China tersebut. Namun, dengan arah kebijakan Oppo yang makin sentralistik, bukan tidak mungkin strategi serupa akan diterapkan secara bertahap di kawasan lain.

Bagi pengguna di Indonesia yang masih mempertimbangkan membeli OnePlus, risikonya kini lebih nyata: kepastian layanan purna jual, ketersediaan suku cadang, dan durasi update perangkat lunak menjadi pertanyaan terbuka. Keputusan cerdas saat ini adalah menunggu kejelasan lebih lanjut, atau mulai melirik alternatif dari merek lain yang lebih stabil di pasar lokal.

Reporter: Usman Harun
Sumber: bgr.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top