Alun-Alun Banjarnegara Dipenuhi Sampah Usai Gelar Seni Saleho, DPKPLH Tegaskan Aturan “Datang Bersih, Pergi Bersih”

Penulis: Usman Harun  •  Jumat, 17 Juli 2026 | 12:30:01 WIB
Alun-Alun Banjarnegara dipenuhi sampah usai gelar seni Saleho Karya Budaya yang merupakan bagian dari perayaan Hari Bhayangkara ke-80.

BANJARNEGARA — Sisa sampah berserakan di area Alun-Alun Banjarnegara hingga Senin (13/7/2026) pagi, sehari setelah acara gelar seni Saleho Karya Budaya yang merupakan bagian dari perayaan Hari Bhayangkara ke-80. Kondisi itu memicu respons cepat dari DPKPLH Kabupaten Banjarnegara.

Kepala Bidang Persampahan dan Pertamanan DPKPLH Banjarnegara, Yelly Harmoko, mengungkapkan bahwa pihak penyelenggara semula berkomitmen membersihkan lokasi secara mandiri usai acara. Namun, volume sampah yang dihasilkan penonton ternyata jauh di luar perkiraan.

Miskomunikasi Jadi Celah

Yelly menjelaskan, ada miskomunikasi dalam pelaksanaan acara berskala besar tersebut. Panitia, kata dia, tidak memperhitungkan kapasitas dan teknik pengelolaan sampah yang diperlukan untuk event dengan ribuan pengunjung.

“Kemarin ada salah prediksi dari pihak panitia. Awalnya mereka berkomitmen membersihkan sampah secara mandiri setelah acara pada malam hari,” ujar Yelly saat dikonfirmasi, Rabu (15/7/2026).

“Kami mengapresiasi niat baik itu. Namun, membersihkan sampah di event besar tidak semudah yang dikira, butuh teknik dan kapasitas yang memadai,” imbuhnya.

Prinsip “Datang Bersih, Pergi Bersih”

DPKPLH Banjarnegara memiliki aturan baku bagi setiap penyelenggara yang menggunakan fasilitas umum seperti alun-alun dan taman kota. Aturan itu menetapkan prinsip utama: “datang bersih, pergi bersih”. Artinya, seluruh pengelolaan sampah menjadi tanggung jawab pihak penyelenggara, bukan pemerintah daerah.

Dalam kasus ini, panitia akhirnya mengaku kewalahan dan tidak sanggup menyelesaikan pembersihan secara mandiri. “Akhirnya panitia tidak sanggup dan angkat tangan,” terang Yelly.

Langkah DPKPLH ke Depan

Yelly menyatakan, pihaknya akan memperketat pengawasan terhadap penggunaan alun-alun untuk acara-acara selanjutnya. Evaluasi terhadap mekanisme perizinan dan kewajiban penyelenggara akan diperbarui agar kejadian serupa tidak terulang.

“Kami akan memastikan setiap event organizer memahami betul konsekuensi dari penggunaan ruang publik. Kebersihan adalah harga mati,” tegasnya.

Reporter: Usman Harun
Sumber: joglojateng.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top