JAWA TENGAH — Putaran kedua The Open Championship 2025 menjadi panggung bagi Lucas Herbert. Pegolf berusia 30 tahun itu tampil luar biasa dengan delapan birdie tanpa bogey sepanjang 17 hole pertama.
Namun, satu bogey di hole terakhir membuatnya gagal mencetak 61 pukulan — angka yang belum pernah diraih pegolf mana pun di turnamen mayor pria. Skor akhir 62 tetap menyamai rekor putaran terendah di ajang major.
Herbert mengaku mengalami gejolak emosi setelah putaran fenomenalnya. Ia nyaris mencetak sejarah dengan sembilan under par melalui 17 hole sebelum bogey di hole ke-18.
"Saya merasakan semua emosi," ujar Herbert kepada media di Royal Birkdale. "Senang bisa bermain sangat baik, tapi kecewa karena satu pukulan terakhir menghapus peluang mencetak rekor."
Skor 62 di turnamen mayor pria merupakan angka langka. Hanya segelintir pegolf yang pernah mencapainya, dan Herbert kini bergabung dalam daftar elit tersebut.
Yang membuat pencapaian ini istimewa adalah konsistensi Herbert sepanjang putaran. Ia mencatat birdie di hole 2, 5, 7, 10, 11, 14, 16, dan 17 — delapan birdie beruntun di paruh kedua membuat namanya melesat ke papan atas klasemen.
Hole ke-18 Royal Birkdale menjadi penentu. Herbert membutuhkan birdie untuk mencetak 61, namun pukulan approach-nya meleset dan ia gagal menyelamatkan par.
"Saya tahu peluang ada di tangan saya saat memasuki hole terakhir," kata Herbert. "Pukulan approach yang kurang sempurna membuat saya harus berjuang untuk par, dan sayangnya saya gagal."
Putaran 62 membawa Herbert melesat ke papan atas klasemen sementara. Ia menjadi ancaman serius bagi para pemimpin di akhir pekan, dengan modal kepercayaan diri yang melambung tinggi.
The Open 2025 masih menyisakan dua putaran. Jika Herbert mampu mempertahankan performa seperti di putaran kedua, bukan tidak mungkin ia menjadi pegolf Australia pertama yang memenangkan ajang ini sejak Greg Norman di Royal St George's pada 1993.