SLAWI — Rencana penertiban ini muncul karena aktivitas pedagang di luar area pasar dinilai mengganggu arus lalu lintas dan memicu pembeli enggan masuk ke dalam bangunan utama. Plt Kepala Bidang Sarana Distribusi Perijinan dan Perdagangan (SDPP) Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan, Saiful Bahri Arif, mengungkapkan bahwa komoditas yang ditawarkan pedagang di bahu jalan identik dengan yang dijual di dalam pasar. “Hal ini memicu pembeli enggan masuk ke dalam pasar,” ujarnya, Sabtu (18/7).
Penertiban difokuskan pada dua lokasi utama. Pertama, pedagang yang beraktivitas di lahan parkir bekas kantor kecamatan. Kedua, mereka yang berjualan di sepanjang Jalan Pendawa dan Jalan Bisma.
Untuk pedagang di lahan parkir, Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan bertanggung jawab penuh atas proses pemindahan. Saiful menambahkan, upaya penataan kios di Pasar Margasari 1 atau pasar induk saat ini tengah dilakukan. “Mereka yang berjualan di lahan parkir eks kantor kecamatan akan dipindahkan ke Pasar Margasari 1 atau pasar induk Margasari,” jelasnya.
Penanganan kelompok kedua melibatkan lebih banyak instansi. Satpol PP dan Dinas Perhubungan akan dikerahkan untuk menertibkan pedagang di bahu Jalan Pendawa dan Jalan Bisma. Pemerintah Desa Margasari turut berkomitmen untuk mencarikan lahan alternatif bagi para pedagang tersebut. “Ada komitmen dari Pemerintah Desa Margasari untuk mencarikan lahan alternatif,” kata Saiful.
Penertiban ini pada dasarnya merupakan upaya penggabungan area antara Pasar Induk Margasari dan pasar eks lahan kantor kecamatan. Langkah ini diharapkan mampu menata kembali aktivitas perdagangan, mengurangi kemacetan di sekitar pasar, serta meningkatkan daya tarik pasar tradisional sebagai pusat ekonomi masyarakat setempat.
Pemkab Tegal menargetkan penertiban ini bisa menghidupkan kembali denyut ekonomi di dalam bangunan utama pasar. Selama ini, banyak pembeli lebih memilih berbelanja di pedagang pinggir jalan karena akses yang lebih mudah. Akibatnya, pedagang di dalam pasar sepi pembeli.
Dengan memindahkan pedagang ke lokasi yang lebih terstruktur, pemerintah berharap arus lalu lintas di Jalan Pendawa dan Jalan Bisma kembali lancar. Selain itu, pasar tradisional sebagai pusat transaksi ekonomi warga Margasari dan sekitarnya bisa kembali kompetitif.