JAWA TENGAH — Tablet kelas atas makin agresif menyerbu segi produktivitas. Samsung Galaxy Tab S11 Ultra yang dirilis awal 2026 ini adalah buktinya. Dengan bentang layar seluas laptop 14 inci, Samsung jelas ingin meyakinkan pengguna bahwa tablet ini bisa menjadi perangkat utama, bukan sekadar pendamping. Setelah beberapa hari dipakai untuk menulis, browsing dengan banyak tab, dan editing foto dasar, berikut temuan kami.
Layar adalah daya tarik utama. Panel 14,6 inci dengan teknologi Dynamic AMOLED 2X memberikan kualitas warna yang kaya dan kontras tinggi. Cocok untuk menonton konten HDR atau mengedit warna foto.
Namun, ukuran ini punya konsekuensi. Bobot tablet ini terasa di tangan, apalagi jika kamu terbiasa memegang tablet sambil rebahan. Untuk penggunaan di meja dengan keyboard case, ini ideal. Tapi sebagai perangkat genggam murni, agak berat untuk sesi panjang.
Samsung DeX adalah fitur yang membuat Tab S11 Ultra berbeda. Mode desktop ini mengubah antarmuka menjadi mirip Windows, lengkap dengan jendela yang bisa di-resize dan taskbar. Sangat membantu saat mengetik dokumen sambil membuka referensi di browser.
Performa multitasking terasa mulus berkat RAM besar dan chipset terbaru. Buka 5-6 aplikasi sekaligus? Tidak ada lag berarti. Tapi perlu dicatat, tidak semua aplikasi Android dioptimalkan untuk mode desktop. Beberapa aplikasi mobile tetap berjalan dalam orientasi portrait yang kaku di layar lebar.
Klaim "bisa gantikan laptop" perlu diuji. Untuk pekerjaan kantoran ringan (email, spreadsheet sederhana, presentasi), tablet ini sangat mampu. Tapi untuk kebutuhan spesifik seperti coding dengan IDE berat, aplikasi akuntansi desktop, atau software desain yang belum punya versi Android native, tablet ini belum bisa sepenuhnya menggantikan laptop x86.
Samsung memang menawarkan layanan remote PC, tapi itu bergantung pada koneksi internet dan laptop lain yang menyala. Jadi, ini bukan pengganti mutlak, melainkan alternatif yang sangat baik untuk tugas-tugas tertentu.
Samsung Galaxy Tab S11 Ultra sangat cocok untuk pengguna Android yang butuh layar besar untuk membaca, mencatat, dan multitasking ringan di meja. Juga ideal untuk mahasiswa atau pekerja yang sering presentasi dan butuh perangkat portabel dengan layar luas.
Kurang cocok untuk kamu yang mengandalkan aplikasi desktop spesifik (misal: AutoCAD, Adobe Premiere Pro versi penuh) atau yang menginginkan perangkat ringan untuk dibaca sambil tiduran. Jika prioritasmu adalah aplikasi desktop native, laptop konvensional atau Surface Pro mungkin masih pilihan lebih tepat.