KONI Jateng Luncurkan Si Sakti, Sistem Pemantauan Real-Time untuk Kawal Transparansi Porprov 2026

Penulis: Xander Situmorang  •  Kamis, 30 Juli 2026 | 12:31:01 WIB
KONI Jawa Tengah meluncurkan Si Sakti, sistem pemantauan real-time untuk menjaga transparansi data Porprov 2026.

SEMARANG — Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVII Jawa Tengah di Semarang Raya 2026 meninggalkan pencatatan manual. KONI Jawa Tengah meluncurkan sistem informasi baru bernama Si Sakti. Sistem ini memungkinkan seluruh hasil pertandingan dan prestasi atlet terpantau secara langsung atau real-time.

Sistem ini mencatat perkembangan setiap cabang olahraga, kejadian di lapangan, hingga raihan medali tanpa jeda data. Ketua KONI Jateng Sujarwanto Dwiatmoko menjelaskan, Si Sakti menjadi tulang punggung transparansi pelaksanaan Porprov nanti.

Si Sakti Eliminasi Keterlambatan dan Kesalahan Data

Sujarwanto mengatakan, sistem ini mengeliminasi dua masalah klasik penyelenggaraan event olahraga provinsi: keterlambatan waktu dan kesalahan input data hasil pertandingan. “Sistem Si Sakti ini adalah satu sistem yang kita gunakan untuk mengawal pelaksanaan Porprov. Dengan demikian, semua event, perkembangan kejadian, dan juga prestasi atlet langsung tercatat secara real-time,” kata Sujarwanto ditemui usai bertemu Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin di kantornya, belum lama ini.

Dengan pencatatan otomatis, panitia dan ofisial tidak perlu menunggu laporan manual dari setiap venue. Data langsung masuk ke pusat kendali dan bisa diakses pemangku kepentingan terkait.

Transparansi Jadi Target Utama Sistem

Ketersediaan data akurat dan cepat, menurut Sujarwanto, juga menjawab kebutuhan publik. Masyarakat yang ingin memantau perkembangan atlet daerahnya bisa mengakses sistem ini. “Harapannya, pada saat pelaksanaan nanti, ini menjadi fasilitas yang baik, transparansi yang baik, dan sekaligus menyajikan informasi yang terpercaya bagi masyarakat,” pungkasnya.

Porprov XVII Jawa Tengah 2026 mempertandingkan puluhan cabang olahraga. Dengan Si Sakti, KONI Jateng berharap tidak ada lagi sengketa data hasil pertandingan yang kerap memicu protes antar kontingen di ajang sebelumnya.

Reporter: Xander Situmorang
Sumber: radioidola.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top