JAWA TENGAH — Kabar ini dikonfirmasi langsung oleh Executive Representative PSS Sleman, Vita Subiyakti, pada Minggu (2/8/2026). "Pemanggilannya sudah masuk suratnya," ujarnya singkat mengenai panggilan resmi yang diterima klub.
Yang menarik dari panggilan kali ini adalah status kedua pemain. Vita menegaskan Lukman dan Isfandyar bukanlah pemain yang hanya menghuni skuad akademi. Keduanya sudah diproyeksikan dan tergabung dalam tim utama PSS Sleman untuk mengarungi kompetisi musim depan.
"Mereka pemain muda di tim utama kami," tegas Vita. Keterlibatan talenta muda di tim senior ini disebut sebagai bukti nyata komitmen klub dalam memberikan ruang pembinaan dan jam terbang, bukan sekadar retorika.
Perjalanan keduanya menembus panggung nasional tak lepas dari tempaan program pengembangan usia muda yang dijalani sebelumnya. Lukman dan Isfandyar diketahui merupakan jebolan dari PSSI Development Center sebelum akhirnya bersinar dan masuk dalam radar pelatih Timnas U-20.
Keberhasilan ini menjadi sinyal positif bagi ekosistem pembinaan usia muda di Indonesia, di mana jalur terstruktur dari pusat pengembangan mulai melahirkan talenta siap pakai untuk level tertinggi.
Pelatih PSS Sleman, Pieter Huistra, mengaku bangga dengan pencapaian dua anak asuhnya. Ia berharap panggilan ini tidak hanya menambah kekuatan Timnas U-20, tetapi juga menjadi pemicu motivasi bagi para pemain muda lokal lainnya di Sleman.
"Kami sangat bangga dengan dua pemain itu," tandas Huistra. Dengan adanya contoh nyata dari Lukman dan Isfandyar, para pemain muda di daerah kini punya bukti bahwa kerja keras dan pembinaan yang konsisten bisa membawa mereka menembus level tertinggi sepak bola Indonesia.