48 Truk DLH Disewa Warga Sidakaton Tegal Angkut Gunungan Sampah TPS3R yang Mangkrak 3 Tahun

Penulis: Yanto Prasetya  •  Senin, 03 Agustus 2026 | 09:09:31 WIB
unit truk milik DLH Kabupaten Tegal dikerahkan untuk mengangkut gunungan sampah di eks TPS3R Desa Sidakaton.

TEGAL — Puluhan armada truk sampah milik Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Tegal dikerahkan secara bergantian untuk membersihkan gunungan limbah rumah tangga di area eks Tempat Pengelolaan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) Desa Sidakaton. Pengangkutan massal ini merupakan hasil swadaya warga yang mengumpulkan dana mandiri setelah fasilitas pengolahan tersebut berhenti beroperasi total selama tiga tahun terakhir.

Biaya Operasional Ditanggung Donatur Tetap

Proses pembersihan yang berlangsung Sabtu (1/8/2026) ini melibatkan 48 unit truk yang dioperasikan secara estafet. Camat Dukuhturi, Darmawan, menyampaikan bahwa pendanaan pengangkutan tidak membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes), melainkan berasal dari para donatur dan pelaku usaha lokal.

Darmawan mengapresiasi kepedulian masyarakat yang bergotong royong membiayai operasional truk. Sejumlah donatur yang terlibat antara lain WKB, Taman Wisata Pendopo Kharisma Bahari, WRT Mart, Warteg Sanjaya, Prima, serta Forum AR Robitoh.

Keberlanjutan program ini pun dijamin. Sebanyak tujuh warga telah berkomitmen menjadi donatur tetap untuk memastikan pengangkutan sampah dari desa tersebut berjalan intensif hingga tuntas.

Mengapa TPS3R Berhenti Beroperasi?

Fasilitas TPS3R di Desa Sidakaton sejatinya dirancang untuk menyelesaikan pengelolaan sampah langsung di tingkat desa. Sistem ini dinilai krusial untuk meminimalisasi volume limbah sejak dari sumbernya.

Namun, menurut Darmawan, tingginya biaya operasional serta pengunduran diri sejumlah pengurus menyebabkan aktivitas pengolahan terhenti. Akibatnya, sampah kian menumpuk dan tidak terkelola.

Padahal, melalui mekanisme TPS3R, sampah organik seharusnya diolah menjadi pupuk kompos atau pakan maggot. Sementara itu, sampah anorganik dipilah agar memiliki nilai ekonomis, sehingga hanya residu yang akhirnya dikirim ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA).

Apa Dampaknya bagi Warga Sekitar?

Pembersihan gunungan sampah ini menjadi prioritas lantaran menimbulkan gangguan langsung bagi permukiman. Bau tak sedap yang menyengat serta potensi pencemaran lingkungan menjadi ancaman nyata bagi kesehatan warga di sekitar lokasi TPS3R.

Dengan diangkutnya seluruh limbah yang telah lama mengendap, diharapkan kualitas lingkungan di Desa Sidakaton segera pulih dan aktivitas warga kembali normal tanpa gangguan bau.

Reporter: Yanto Prasetya
Sumber: radartegal.disway.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top