Perhutani Blora Libatkan Warga Desa Ngiyono Cegah Karhutla, Imbau Tak Bakar Lahan saat Kemarau

Penulis: Yanto Prasetya  •  Selasa, 04 Agustus 2026 | 13:30:31 WIB
Perhutani KPH Blora menggelar sosialisasi pencegahan kebakaran hutan dan lahan bersama warga Desa Ngiyono, Kecamatan Japah, Senin (3/8/2026).

BLORA — Perum Perhutani KPH Blora melalui BKPH Nglawungan menggencarkan sosialisasi pencegahan karhutla kepada warga Desa Ngiyono, Kecamatan Japah, Senin (3/8/2026). Kegiatan yang berlangsung di kediaman Ketua LMDH Jati Mulyo ini menyasar perangkat desa, tokoh masyarakat, serta warga yang tinggal di sekitar kawasan hutan.

Asper/KBKPH Nglawungan Handana menegaskan bahwa upaya pencegahan tidak akan berhasil tanpa keterlibatan aktif masyarakat. Imbauan utama yang disampaikan adalah larangan membakar lahan garapan di kawasan hutan, baik setelah panen maupun saat membersihkan lahan untuk persiapan musim tanam.

“Sosialisasi ini bertujuan memberikan pemahaman kepada masyarakat agar tidak melakukan kegiatan yang dapat memicu kebakaran hutan dan lahan. Kami juga mengimbau masyarakat untuk tidak membakar lahan garapan di kawasan hutan setelah panen maupun saat membersihkan lahan. Hal ini untuk persiapan musim tanam berikutnya,” kata Handana.

Warga Diminta Aktif Laporkan Titik Api

Selain melarang pembakaran lahan, Perhutani meminta warga segera melapor jika menemukan titik api atau aktivitas mencurigakan yang berpotensi memicu kebakaran. Laporan cepat dinilai krusial untuk mempercepat respons petugas di lapangan.

“Sinergi antara Perhutani, aparat keamanan, pemerintah desa, LMDH, dan masyarakat sangat penting. Hal ini untuk memperkuat deteksi dini sehingga potensi kebakaran dapat dicegah sejak awal,” ujarnya.

Handana menambahkan, musim kemarau tahun ini menjadi perhatian serius karena vegetasi kering di kawasan hutan jati mudah terbakar. Ia berharap kesadaran warga meningkat sehingga risiko karhutla bisa ditekan seminimal mungkin.

Dukungan LMDH Jati Mulyo

Ketua LMDH Jati Mulyo, Jamin, menyambut baik langkah preventif yang dilakukan Perhutani. Menurutnya, edukasi semacam ini penting agar warga memahami dampak luas dari kebakaran hutan, bukan hanya terhadap lingkungan tetapi juga mata pencaharian mereka.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Perhutani atas sosialisasi yang telah diberikan. Melalui kegiatan ini masyarakat menjadi lebih memahami pentingnya menjaga kawasan hutan. Juga tidak melakukan aktivitas yang dapat menyebabkan kebakaran hutan dan lahan,” kata Jamin.

Ia menegaskan kesiapan LMDH untuk mengajak seluruh anggota dan warga Desa Ngiyono menjaga kelestarian hutan. “Kami siap mendukung upaya Perhutani dengan mengajak seluruh anggota LMDH dan warga Desa Ngiyono untuk bersama-sama menjaga hutan. Hal ini agar tetap lestari dan terhindar dari ancaman karhutla,” imbuhnya.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program rutin Perhutani KPH Blora dalam menghadapi musim kemarau. Selain sosialisasi, pengawasan bersama di titik rawan kebakaran juga terus diintensifkan melibatkan petugas lapangan dan masyarakat sekitar hutan.

Reporter: Yanto Prasetya
Sumber: beritajateng.tv This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top