SEMARANG — Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jawa Tengah memastikan Festival Jateng Syariah (Fajar) 2026 kembali digelar pada 6-9 Agustus mendatang. Mengusung tema "Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi dan Keuangan Syariah yang Inklusif dan Berkelanjutan", festival ini menjadi rangkaian menuju Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) tingkat nasional.
Kepala Kantor Perwakilan BI Jateng Noor Nugroho menyebut Jawa Tengah memiliki modal besar untuk menjadi pusat pengembangan ekonomi syariah. Dukungan itu datang dari keberadaan pondok pesantren, UMKM, industri halal, serta meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap gaya hidup halal.
Tema Fajar 2026 dipilih untuk mendorong perluasan literasi ekonomi syariah secara lebih masif, khususnya di lingkungan pendidikan. BI Jateng juga memperkuat sinergi lintas sektor dalam membangun halal value chain yang berkelanjutan.
"Pengembangan ekonomi syariah tidak berhenti pada produk yang halal, tetapi harus membangun keterhubungan dari hulu hingga hilir, mulai dari produksi, pembiayaan, distribusi hingga pemasaran," kata Noor Nugroho dalam keterangannya, Selasa (5/8/2026).
Sepanjang tahun ini, BI Jateng telah mendampingi sertifikasi halal terhadap 44 rumah potong hewan dan unggas. Sebanyak 33 rumah potong lainnya masih dalam proses pendampingan.
Untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, BI Jateng telah melatih 203 juru sembelih halal. Pelatihan juga diberikan kepada penyelia dan auditor halal, serta ratusan pelaku usaha mengenai Sistem Jaminan Produk Halal (SJPH).
Selain sektor makanan dan minuman, sertifikasi halal yang difasilitasi BI Jateng turut diperluas ke sektor fesyen, furnitur, dan jasa distribusi.
BI Jateng mengembangkan Sekolah Pelopor Ekonomi Syariah (SPES) bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Jateng dan sejumlah pemangku kepentingan. Program ini melibatkan sekitar 450 guru dan kepala sekolah untuk mengintegrasikan materi ekonomi syariah ke dalam pembelajaran dan budaya sekolah.
BI Jateng juga membangun tiga unit layanan jasa penggilingan daging untuk memperkuat ekosistem halal di daerah.
Noor Nugroho berharap Fajar 2026 menjadi ruang belajar, berkolaborasi, dan memperluas manfaat ekonomi syariah bagi kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat posisi Jawa Tengah sebagai syariah hub nasional.