JAWA TENGAH — Ferry Paulus menegaskan bahwa keputusan final tetap bergantung pada proses perizinan dari Kepolisian. Meski regulasi umum telah dilonggarkan, aspek keamanan tetap menjadi pertimbangan utama sebelum laga kategori "super big match" diizinkan kedatangan suporter tandang.
Persija vs Persib dan Persebaya vs Arema masuk dalam daftar pertandingan dengan potensi bentrok tertinggi. Sejarah rivalitas panjang kedua pasang tim ini membuat pihak penyelenggara cenderung mengambil langkah konservatif.
"Pada sejumlah pertandingan yang memiliki potensi bentrok tinggi, larangan kehadiran suporter tandang berpotensi tetap diberlakukan," ujar Ferry Paulus dalam keterangan yang dikutip Kompas.com.
Pencabutan aturan ini bukan berarti semua laga otomatis kedatangan suporter tamu. Ferry menjelaskan, kebijakan yang diambil tetap mempertimbangkan hasil koordinasi dengan aparat keamanan di masing-masing wilayah.
Jika rekomendasi kepolisian menyatakan situasi tidak kondusif, maka larangan akan kembali diterapkan meski regulasi pusat sudah berubah. Pendekatan ini dinilai sebagai jalan tengah antara semangat menghidupkan atmosfer stadion dan menjaga ketertiban.
Keputusan ini menjadi kabar baik bagi kelompok suporter yang selama ini merasa dibatasi. Beberapa klub dengan basis fans besar di luar kota seperti Persija, Persib, dan Arema dipastikan menantikan kepastian lebih lanjut.
Meski begitu, Ferry Paulus mengingatkan bahwa izin keramaian dari pihak berwenang tetap menjadi syarat mutlak. "Kebijakan terkait kehadiran suporter mempertimbangkan proses perizinan dari pihak Kepolisian," tegasnya.
I.League musim 2026/2027 akan menjadi musim pertama uji coba kebijakan baru ini. Publik menantikan apakah laga-laga panas seperti El Clasico Indonesia dan Derbi Jawa Timur bisa berjalan tanpa insiden dengan kehadiran suporter tandang.
Keputusan final untuk masing-masing pertandingan diperkirakan baru akan diumumkan mendekati hari H, setelah semua proses perizinan dan asesmen risiko selesai dilakukan.