SEMARANG — Penyelenggara Mahjong On The Street, Melly Pangestu, angkat bicara soal tudingan yang mengaitkan kompetisi di kawasan Semawis itu dengan promosi situs judi online (judol). Menurut Melly, persoalan bermula dari kesalahan saat proses penyuntingan poster dan materi publikasi menggunakan artificial intelligence (AI).
Gambar pada poster dan MMT yang beredar disebut memicu tudingan tersebut. Melly memastikan materi itu tidak sengaja dibuat untuk menyasar isu perjudian.
Melly menegaskan kegiatan yang digelar di Semawis merupakan kompetisi permainan Mahjong dan tidak berkaitan dengan perjudian. Ia menyebut nama kafe yang dikelolanya, Mabar 33, kerap disalahpahami.
"Sebenarnya itu kesalahan saat membuat posternya menggunakan AI. Cafe Mahjong kami memang namanya Mabar 33, kepanjangan dari Main Bareng di Jalan Seroja 3 Nomor 3 Semarang," kata Melly.
Ia mengaku heran karena sejumlah akun media sosial justru menggiring opini dan menyangkutpautkan kegiatan itu dengan Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti.
Melly menjelaskan, pemberitaan awal sebenarnya membahas tren bermain Mahjong di Kota Semarang. Karena itu, gambar pendukung yang menampilkan Wali Kota Semarang tengah bermain Mahjong dianggap wajar dalam konteks berita tersebut.
"Isi pemberitaannya kan terkait tren bermain Mahjong di Kota Semarang. Makanya wajar kalau dalam gambar pendukung, ada Wali Kota Semarang yang tengah bermain Mahjong. Padahal lokasi bermainnya (Wali Kota) pun di tempat berbeda, itu kan berita positif di giring jadi negatif," ungkapnya.
Ia menyayangkan narasi yang menurutnya mengubah konteks pemberitaan menjadi negatif. "Berita positif mereka giring jadi negatif," katanya.
Melly menjelaskan, Agustina sebelumnya memang sempat mencoba permainan Mahjong di Legacy bersama sejumlah tokoh Semarang. Kegiatan itu sebatas mengenal permainan tradisional yang berasal dari budaya Tiongkok.
Beberapa akun Instagram, lanjutnya, justru menggiring opini seolah Wali Kota bermain Mahjong di lokasi yang sama dengan kompetisi Mahjong On The Street. Melly mengaku kecewa dengan berita negatif yang beredar.
Di luar polemik poster, Melly menyebut komunitas Mahjong di Semarang kini berkembang dengan segmen pemain yang semakin beragam. Perkembangan itu disebutnya berjalan seiring meningkatnya minat warga terhadap permainan tersebut.