SEMARANG — Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang Endro Pudyo Martantono menyatakan api belum padam dan penanganan masih berlangsung. Titik api dilaporkan cenderung berkurang di beberapa lokasi, tetapi petugas tetap fokus pada pemadaman, pendinginan, dan pengendalian agar api tidak meluas.
Penanganan di lapangan melibatkan armada pemadam kebakaran, alat berat, dan delapan armada penyuplai air. Di Zona 1, tiga unit Damkar melakukan penyemprotan dari atas. Zona 3 ditangani dengan kombinasi penyemprotan, injeksi air, pengerukan, dan pendinginan menggunakan alat berat.
Endro menyebut tiga hambatan utama dalam proses pemadaman. Lokasi titik api sulit dijangkau, akses jalan sempit, dan titik api cepat tersebar ke area lain.
"Kendala-kendala proses pemadaman yakni lokasi titik api yang sulit dijangkau, akses jalan yang sempit dan titik api cepat tersebar," ucap Endro.
Kondisi itu membuat petugas tidak bisa langsung menjangkau seluruh titik panas, terutama di zona yang memiliki timbunan sampah dalam. Pemkot Semarang kemudian menyiapkan langkah tambahan untuk menembus sumber panas di bagian dalam timbunan.
Dampak kesehatan mulai terlihat. Sebanyak 22 orang mengalami masalah pernapasan berupa batuk dan sesak napas akibat paparan asap kebakaran.
Rinciannya, 15 orang di Kelurahan Kedungpane, dua orang di Kelurahan Tambakaji, dan lima orang di Kelurahan Bambankerep. Paparan asap juga dilaporkan meluas ke lima kecamatan, yakni Gunungpati, Mijen, Semarang Barat, Ngaliyan, dan Tugu.
Dinas Kesehatan Kota Semarang diminta memetakan wilayah terdampak asap dan menyiagakan puskesmas. Masker disiapkan bagi petugas, relawan, dan masyarakat di kawasan terdampak.
Sekretaris Daerah Kota Semarang Handi Priyanto mengatakan Pemkot Semarang membentuk tim gabungan lintas organisasi perangkat daerah untuk mempercepat penanganan sekaligus mengurangi dampak ke masyarakat.
Salah satu langkah yang diambil adalah menyuntikkan air ke dalam timbunan sampah TPA Jatibarang hingga kedalaman sekitar lima sampai 10 meter. Tujuannya menjangkau sumber panas yang berada di bagian dalam timbunan.
"Ini kita lakukan agar bisa mengurangi dampak bagi masyarakat, karena polusi udara dari asap hasil kebakaran," kata Handi.
Armada Damkar juga melakukan penyiraman dari atas TPA Jatibarang untuk menekan kepulan asap dan mengurangi polusi udara di sekitar lokasi.
Pemkot Semarang berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terkait sejumlah opsi penanganan. Dua di antaranya kemungkinan penggunaan water bombing dan operasi modifikasi cuaca.
Hingga pemantauan terakhir, tim gabungan masih bekerja di lokasi dengan fokus pemadaman dan pendinginan. Warga di lima kecamatan terdampak diminta tetap waspada terhadap paparan asap yang masih berpotensi menyebar mengikuti arah angin.