Bomani Jones Gabung Playmaker, Podcast The Right Time Produksi Harian di Harlem

Penulis: Usman Harun  •  Selasa, 06 Oktober 2026 | 19:50:02 WIB
Bomani Jones bergabung dengan Playmaker untuk melanjutkan podcast The Right Time.

JAWA TENGAH — Bomani Jones resmi menggandeng perusahaan podcast Playmaker untuk melanjutkan acara lamanya, The Right Time. Produksi harian podcast itu kini berjalan dari studio baru yang dibangun khusus di Harlem, New York. Langkah ini menandai babak baru bagi Jones setelah ia meninggalkan ESPN pada 2023.

Bomani Jones bukan nama baru di jagat media olahraga Amerika Serikat. Ia dikenal lewat kiprahnya di ESPN dan HBO, termasuk saat membawakan acara larut malam Game Theory yang tayang pada 2022 dan 2023. Kini ia membawa The Right Time ke Playmaker, perusahaan podcast yang berbasis di New York.

Playmaker sendiri dimiliki oleh Better Collective, perusahaan media olahraga digital asal Denmark. Perusahaan itu telah membangun daftar podcast yang cukup diperhitungkan, dengan perhatian besar pada potensi lintas ke format video.

Dari ESPN ke Playmaker

The Right Time pertama kali mengudara pada 2018 di bawah naungan ESPN. Tiga tahun kemudian, Jones mengambil alih hak atas acara tersebut. Ia terus menjadi host hingga meninggalkan ESPN pada 2023.

Perpindahan ke Playmaker disebut Jones sebagai momen untuk membenahi sejumlah hal sekaligus. Ia mengaku sengaja menahan diri untuk tidak banyak bicara soal Playmaker sebelum semuanya siap.

"We're going to move into a new studio. We're going to change the imaging around the show," kata Jones kepada Deadline, menggambarkan rencana perubahan yang ia siapkan.

Ia ingin penonton merasakan lompatan kualitas begitu acara itu kembali muncul. "So I wanted it to be that when people looked up, one day it was going to be like, 'Oh, wow, this is different. This has been improved. This has been elevated.'"

Studio Baru dan Produksi Harian

Beberapa hari sebelum wawancara dengan Deadline, The Right Time mulai memproduksi episode harian di studio baru yang dibangun khusus di Harlem, New York. Studio itu menjadi rumah baru bagi acara yang selama ini identik dengan Jones.

Bagi Jones, perpindahan ini bukan sekadar soal alamat produksi. Ia menilai audiens saat ini jauh lebih terikat pada produk itu sendiri ketimbang pada platform yang menaunginya.

"At this point, the audience is much more invested in the product itself than where it comes from," ujarnya.

Ia juga menyinggung pengalamannya selama di ESPN. Menurut Jones, ESPN saat itu belum benar-benar siap mengelola podcast yang dimilikinya, baik dari sisi monetisasi maupun promosi.

Lanskap Media Olahraga yang Berubah Cepat

Jones menyoroti satu perubahan besar yang makin terasa setelah pandemi: siapa pun kini bisa memproduksi konten video berkualitas tinggi dengan biaya relatif murah. Kondisi itu mengubah peta persaingan bagi kreator yang selama ini menikmati promosi dari platform besar.

"Creators are just people, right? Just guys, just women who are able to put together something that looks very similar to the thing that you are putting together," katanya.

Ia enggan menyebut fenomena ini sebagai demokratisasi karena menurutnya istilah itu melewatkan inti persoalan. Yang jelas, jumlah pesaing dalam membuat sebuah acara kini jauh lebih banyak.

Jones mengaku tidak bisa lagi bersikap arogan hanya karena punya latar belakang di media arus utama. Banyak nama yang belum pernah ia dengar mampu mencetak angka besar, dan ia merasa harus belajar dari mereka.

Fenomena Atlet Jadi Kreator Media

Jones juga mengomentari munculnya jalur baru bagi para atlet yang kini banyak berperan sebagai figur media dan host podcast. Menurutnya, rentang kualitas di antara mereka sangat lebar.

Perbedaan utama atlet dan selebritas digital dengan kreator lain, kata Jones, bukan soal kemampuan. Mereka mendapat kesempatan itu bukan karena dinilai jago, meski banyak di antaranya memang berbakat.

"They're not getting those jobs because they're good at it. That doesn't mean that many of them are not good at it. That's just not the reason that they're necessarily getting that opportunity," jelasnya.

Ia menilai para pengelola platform berhitung sederhana: nama besar akan menarik audiens, lalu produk dibangun di sekelilingnya. Tamu pun datang dengan tingkat kenyamanan berbeda karena sosok yang diwawancarai sudah dikenal.

Contohnya adalah The Roommates Show yang dibawakan Jalen Brunson dan Josh Hart, dua pemain New York Knicks. Jones menyebut acara itu bisa mengumpulkan 10.000 orang dalam sebuah block party, dengan Mariska Hargitay sebagai tamu, plus kehadiran Fabolous dan Jim Jones.

Bagi Jones, cara atlet membangun acara bisa sangat beragam, dan itulah yang membuat dinamika ini menarik untuk diamati. Playmaker juga menaungi sejumlah proyek lain, termasuk seri bowling yang dipandu pemain Los Angeles Dodgers Mookie Betts serta berbagai proyek Shaquille O'Neal.

Dengan produksi harian yang sudah berjalan di Harlem, The Right Time kini bersaing langsung di pasar podcast olahraga Amerika yang makin padat. Jones memilih bertaruh pada kualitas produk ketimbang nama besar platform yang menaunginya.

Reporter: Usman Harun
Sumber: deadline.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top