KUDUS — Kecamatan Jekulo menyiapkan Forum Anak sebagai ruang partisipasi pelajar dalam mengedukasi teman sebaya soal pencegahan kekerasan. Kepala Seksi Pelayanan Umum Kecamatan Jekulo, Tri Waryanti, menyebut forum itu kini diisi siswa dari SMP Negeri 1 Jekulo dan SMP Negeri 2 Jekulo. Keterlibatan jenjang SMA akan diupayakan tahun depan agar forum lebih representatif.
Rencana sosialisasi ke sekolah-sekolah dijadwalkan berlangsung November mendatang. Fokusnya, pencegahan kekerasan yang menyasar anak. Kecamatan mengirim surat ke sekolah-sekolah untuk menjaring siswa yang mau dan bisa bergabung.
Tri menilai pendekatan teman sebaya lebih efektif ketimbang edukasi oleh orang dewasa. Anak kerap canggung ketika harus berhadapan langsung dengan orang tua atau guru saat membicarakan kekerasan.
"Kalau edukasi ke anak sekolah itu dilakukan orang dewasa mungkin tidak enak, ada canggung. Kalau dengan sebaya kan lebih santai jadi akan lebih terbuka," ungkapnya.
Melalui forum ini, siswa diharapkan tahu langkah yang harus diambil ketika menemukan atau mengalami kekerasan. Lingkupnya mencakup rumah, sekolah, maupun lingkungan masyarakat. Informasi yang masuk dari anak diteruskan ke pihak kecamatan untuk ditindaklanjuti ke instansi terkait.
Tri menyoroti masih banyak anak yang bingung harus melapor ke mana saat kekerasan terjadi. Forum Anak diharapkan menutup celah itu sehingga pengawasan terhadap kekerasan pada perempuan dan anak lebih rapat.
"Kadang anak tidak tahu harus melapor dan melakukan apa ketika terjadi kekerasan di lingkungan rumah maupun sekolah atau masyarakat. Dengan begitu kekerasan terhadap perempuan dan anak dapat lebih terawasi lagi, dapat mencegah dan menangani jika ada," jelasnya.
Kecamatan Jekulo menyediakan tempat pertemuan bagi anggota forum. Penjemputan dan pengantaran juga disiapkan bagi anggota yang masih duduk di bangku SMP. Alasannya, mereka masih di bawah umur dan belum seharusnya berkendara sendiri.
Pendamping dari kecamatan memberi ruang kepada anak untuk menentukan gagasan dan kegiatan sendiri. Tri mengaku tidak ikut campur dalam rapat agar anggota bisa berdiskusi dan mengembangkan ide secara mandiri.
"Dibiarkan saja, jadi mereka berdiskusi dan memikirkan dengan inovatif dan kreatif akan seperti apa," ujarnya.
Penguatan Forum Anak di tingkat kecamatan ini sejalan dengan langkah Pemerintah Kabupaten Kudus melalui Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA). Bidang itu terus mendorong regenerasi serta perluasan kegiatan Forum Anak.
Forum tersebut diperuntukkan bagi anak usia SMP hingga SMA. Posisinya menjadi wadah partisipasi anak dalam berbagai kegiatan edukatif. Dengan keterlibatan yang semakin luas, Forum Anak Jekulo diharapkan bukan sekadar organisasi pelajar, melainkan ruang aman bagi anak untuk saling mengedukasi dan berani bersuara.