67 Peserta Ikuti MIBA Batch 16 di Guci Tegal, Bahas Masjid Modern dan Berdaya

Penulis: Vino Bastian  •  Sabtu, 10 Oktober 2026 | 12:16:01 WIB
Peserta MIBA Batch #16 mengikuti kegiatan di Ow Guci, Villa Serenity Guci, Kabupaten Tegal.

TEGAL — Kegiatan berlangsung dua hari di Ow Guci, Villa Serenity Guci, Kabupaten Tegal. Panitia MIBA Batch #16, Nur Ma'arif, menyebut program ini dirancang untuk membantu pengurus masjid mengoptimalkan potensi di lingkungan masing-masing.

"Program ini ditujukan khusus bagi pengurus dan aktivis masjid yang ingin meningkatkan pengetahuan, keterampilan, serta kemampuan dalam mengembangkan potensi masjid di lingkungan masing-masing," kata Nur Ma'arif.

Masjid sebagai Pusat Pemberdayaan Umat

Menurut Nur Ma'arif, peran masjid tidak terbatas sebagai tempat ibadah. Masjid dapat menjadi pusat pembinaan umat, penguatan solidaritas sosial, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat bila dikelola dengan baik.

Peserta MIBA Batch #16 memperoleh kesempatan memperluas wawasan, berbagi pengalaman, dan membangun jejaring antarpengelola masjid. Mereka juga mempelajari strategi praktis mengembangkan program kemasjidan.

Skema Qardhul Hasan untuk Program Masjid

Salah satu program yang menjadi perhatian dalam MIBA Batch #16 adalah kesempatan memperoleh dana stimulans melalui skema Qardhul Hasan. Skema ini merupakan pembiayaan kebajikan yang tidak berorientasi pada keuntungan.

Dukungan tersebut diharapkan membuka peluang bagi masjid mengembangkan program pemberdayaan yang produktif dan berkelanjutan. Manfaatnya menyasar jamaah maupun masyarakat sekitar.

Fasilitas dan Harapan Peserta

Dalam pelaksanaannya, peserta mendapatkan berbagai fasilitas pendukung, mulai dari konsumsi, materi pembelajaran, perlengkapan peserta, rompi, hingga kebutuhan penunjang lainnya.

Nur Ma'arif berharap kegiatan ini mendorong lahirnya pengurus masjid yang memiliki visi pengembangan kelembagaan dan mampu berinovasi. Mereka juga diharapkan tanggap terhadap persoalan yang dihadapi jamaah dan masyarakat sekitar.

"Harapannya, masjid tidak hanya menjadi pusat kegiatan ibadah, tetapi juga mampu berperan sebagai pusat pemberdayaan umat dan penggerak kesejahteraan masyarakat," ujarnya.

Reporter: Vino Bastian
Sumber: jateng.disway.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top