SEMARANG — Enam jabatan pucuk pimpinan polres di lingkungan Polda Jawa Tengah resmi berganti melalui surat telegram yang ditandatangani Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto. Rotasi menyentuh posisi strategis, mulai dari Kapolrestabes Semarang hingga Kapolres Wonogiri. Kadiv Humas Polri Irjen Pol Johnny Eddizon Isir menyebut mutasi sebagai bagian dari dinamika organisasi dan pembinaan karier di tubuh Polri.
Isir menegaskan prinsip meritokrasi menjadi dasar utama dalam penempatan personel. Setiap perwira yang mendapat amanah jabatan dinilai berdasarkan rekam jejak dan integritasnya.
"Penempatan personel dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan organisasi, kompetensi, kapabilitas, rekam jejak, dan integritas. Prinsip meritokrasi menjadi bagian penting agar setiap personel yang mendapat amanah jabatan mampu menjalankan tugas secara profesional dan bertanggung jawab," ujar Isir dalam keterangan tertulis, Minggu (11/10/2026).
Kombes Erlin Tang Jaya mengisi kursi Kapolrestabes Semarang. Sebelumnya, Erlin bertugas sebagai Analis Kebijakan Madya Bidang Pidnarkoba Bareskrim Polri.
Posisi Kapolresta Surakarta diisi AKBP Candra Sasongko. Candra sebelumnya menjabat Kabagbinkar RO SDM Polda Jabar.
Kombes Dhovan Oktavianton dipercaya memimpin Polresta Banyumas. Dhovan datang dari jabatan Dirpolairud Polda Jambi.
AKBP Febriyani Aer Kasianev mengisi jabatan Kapolres Tegal. Sebelumnya, Febriyani bertugas sebagai Kasianev SIM Subdit SIM Ditregident Korlantas Polri.
Kapolres Salatiga dipercayakan kepada AKBP Afrito Marbaro, yang sebelumnya menjabat Kasubdit 3 Ditreskrimum Polda Jabar.
AKBP Deni Septiawan melengkapi daftar mutasi sebagai Kapolres Wonogiri. Deni sebelumnya bertugas sebagai Kasubbagpimtajas Korsis Sespimmen Sespim Lemdiklat Polri.
Enam perwira yang dimutasi berasal dari latar belakang penugasan berbeda, mulai dari Bareskrim Polri, Korlantas, Sespim Lemdiklat, hingga Polda Jabar dan Polda Jambi. Pola ini memperlihatkan rotasi lintas satuan kerja dan kewilayahan sebagai bagian dari penyegaran organisasi.
Isir menegaskan setiap penempatan diharapkan memperkuat kinerja Polri di tingkat kewilayahan, khususnya di wilayah Polda Jawa Tengah yang membawahi sejumlah polres dengan beban tugas beragam.
Surat telegram tertanggal 10 Oktober 2026 menjadi dasar resmi pelaksanaan mutasi. Serah terima jabatan di masing-masing polres akan mengikuti mekanisme yang berlaku di lingkungan Polda Jawa Tengah.