TEGAL — Seminar tersebut diikuti siswa DPIB dan jurusan terkait di SMKN 3 Tegal. Materi disampaikan melalui pemaparan teknis, presentasi produk, dan sesi berbagi mengenai perkembangan material konstruksi terkini.
Kepala SMKN 3 Tegal, Wigit, menyampaikan apresiasi kepada kedua perusahaan yang bersedia berbagi pengetahuan industri kepada para siswa.
"Kami sangat bersyukur PT Nusa dan CITICON bersedia hadir dan berbagi ilmu mengenai produk-produknya. Ini tentu memperluas wawasan siswa DPIB yang nantinya dipersiapkan menjadi tenaga profesional, termasuk sebagai drafter maupun konsultan bangunan," ujarnya.
Mengapa Siswa DPIB Perlu Paham Karakter Material, Bukan Cuma Menggambar
Ketua Kompetensi Keahlian DPIB SMKN 3 Tegal, Ade Warastuti, menilai kegiatan ini penting untuk memberi gambaran penerapan material konstruksi di dunia industri.
Menurutnya, siswa DPIB tidak cukup hanya mampu menggambar dan merancang bangunan. Mereka juga perlu memahami karakteristik material serta penerapannya di lapangan.
"Pengetahuan tentang produk dan material seperti ini nantinya dapat menjadi bahan rekomendasi bagi siswa ketika terjun ke dunia kerja sebagai drafter maupun konsultan," jelas Ade.
Papan Kalsium Silikat Jadi Fokus, dari Karakter hingga Aplikasi di Lapangan
Melalui seminar tersebut, siswa mendapatkan wawasan mengenai karakteristik dan aplikasi papan kalsium silikat. Materi ini dinilai relevan dengan kebutuhan industri konstruksi yang terus berkembang.
Papan kalsium silikat sendiri merupakan material yang banyak digunakan pada pekerjaan dinding dan partisi bangunan. Pemahaman atas material ini menjadi nilai tambah bagi lulusan DPIB yang hendak bekerja di proyek konstruksi.
Outing Class ke Pabrik Jadi Langkah Lanjutan Kerja Sama
Kerja sama DPIB SMKN 3 Tegal dengan PT Nusa dan CITICON tidak berhenti di seminar. Kedua pihak merencanakan outing class ke pabrik sebagai kelanjutan program.
Dalam kunjungan itu, siswa diharapkan dapat melihat langsung proses produksi, teknologi material, hingga penerapannya di dunia konstruksi. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya sekolah mendekatkan pembelajaran dengan kebutuhan dunia kerja.
Dengan begitu, siswa tidak hanya memiliki keterampilan menggambar dan merancang bangunan. Mereka juga memahami material, teknologi konstruksi, serta mendapatkan pengalaman industri sebagai bekal melanjutkan pendidikan maupun memasuki dunia kerja.