JAWA TENGAH — Sutradara Zach Lipovsky dan Adam B. Stein membawa Freaks 2 ke Vancouver International Film Festival untuk pemutaran perdana. Film ini menjadi lanjutan dari Freaks (2018) yang meraup lebih dari 375 juta dolar AS di seluruh dunia dan mengubah karier keduanya di Hollywood. Sekuelnya telah diambil alih Paramount Pictures dengan Amanda Crew dan Lorelei Olivia Mote sebagai bintang utama.
Lipovsky mengaku pemutaran perdana Freaks 2 di Rio Theatre, Vancouver, menjadi momen emosional baginya. Ia tumbuh besar di kota itu dan pertama kali mengenal sinema dunia lewat Vancouver International Film Festival saat masih remaja.
Dari Festival Vancouver ke Sony Pictures
Freaks pertama kali tayang perdana di Vancouver Film Festival pada 2018. Film thriller sci-fi gelap itu dibintangi Emile Hirsch dan Bruce Dern, dan menceritakan seorang anak perempuan berusia 7 tahun bernama Chloe (Lexy Kolker) yang dikurung di rumah pinggiran kota oleh ayahnya yang paranoid.
Lipovsky menyebut film tersebut sebagai titik balik kariernya. "That film changed our lives," ujarnya kepada The Hollywood Reporter dari kawasan studio Sony Pictures di Culver City, California.
Kesuksesan Freaks membawa Lipovsky dan Stein dari pembuat film B-movie menjadi sutradara yang diperhitungkan di Hollywood. Keduanya kini memiliki perjanjian first look dengan Sony Pictures.
Premis Freaks 2: Ketika Chloe Dewasa
Jika film pertama berpusat pada seorang gadis yang tidak bisa keluar rumah dan sangat menginginkan sosok ibu, Freaks 2 mengambil arah berbeda. Chloe kini beranjak dewasa dan yang ia butuhkan bukan lagi ibu, melainkan seorang teman.
"The first film was very much about a girl who can't leave her house, and really wants a mom. And in the second film, she's now much older. So she doesn't want a mom. What she wants is a friend," jelas Lipovsky.
Pertanyaannya kemudian, bagaimana mencari teman dan membangun hubungan di dunia yang ingin membunuh mereka. Paramount Pictures telah mengambil alih sekuel ini dengan Amanda Crew sebagai seorang ibu dan Lorelei Olivia Mote sebagai putrinya, yang berusaha bertahan hidup sambil menuntut balas atas keluarga mereka.
Modal Final Destination Bloodlines
Sebelum Freaks 2, Lipovsky dan Stein menyutradarai Final Destination Bloodlines, installment keenam dari franchise horor supernatural tersebut. Film itu meraup lebih dari 285 juta dolar AS di box office global.
Keduanya juga tengah mengerjakan sejumlah proyek besar, termasuk adaptasi cerita pendek Long Lost untuk Amblin dan Universal, menjadi penulis Gremlins 3 garapan Chris Columbus, serta proyek animasi Venom dan Metal Gear Solid untuk Sony.
Lipovsky mengaku masih sulit percaya dengan posisinya sekarang. "Over 20 years of making movies, you get very used to things not happening, and very used to people saying something's happening, and then it doesn't happen," tuturnya.
Faktor Horor Original di Box Office
Lipovsky menilai kesuksesan Freaks dan Final Destination Bloodlines tidak lepas dari tren box office musim panas belakangan ini, terutama lewat film horor original seperti Backrooms dan Obsession.
Menurutnya, horor adalah salah satu dari sedikit genre di mana penonton terbiasa datang ke bioskop untuk menonton film orisinal. "It's the voice of the authors that are creating the work that audiences are becoming attracted to, and even more so when the work is original, and Hollywood is definitely starting to pay attention to that," katanya.
Ibu dan Bioskop Bersejarah
Pada pemutaran Freaks 2 di VIFF, Lipovsky akan didampingi ibunya. Sang ibu adalah orang tua tunggal yang meninggalkan cita-citanya menjadi sutradara pada era 1980-an untuk bekerja sebagai produser televisi di Knowledge Network, jaringan lokal Vancouver.
Salah satu pemutaran Freaks 2 juga digelar di Park Theatre, gedung bioskop art deco bersejarah di kota itu. Lipovsky ikut menyelamatkan bioskop tersebut dari penutupan sebagai investor swasta bersama Osgood Perkins, Mike Flanagan, Sean Baker, dan Finn Wolfhard.
"It's very special to be able to do the screening there, with a lot of the people that made the movie and a lot of my old friends in the audience and within minutes of where we shot the movie," pungkasnya.
Freaks 2 menandai babak baru bagi Lipovsky dan Stein setelah hampir dua dekade berkarier. Keduanya pertama bertemu sebagai rival dalam kompetisi pembuatan film On the Lot garapan Steven Spielberg dan Mark Burnett, dan kini menjadi salah satu duet sutradara horor paling dicari di Hollywood.