JAWA TENGAH — Kabar kurang menyenangkan datang bagi calon pembeli iPhone kelas atas. Berdasarkan catatan earnings note dari analis Jeff Pu di GF Securities, Apple disebut akan menaikkan harga iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max hingga US$ 300 (sekitar Rp 4,9 juta) lebih mahal dari pendahulunya. Penyebab utamanya adalah biaya produksi silikon generasi baru dan komponen memori yang meroket.
Jeff Pu menjelaskan bahwa kenaikan harga ini dipicu oleh penggunaan teknologi chip 2nm yang lebih canggih serta peningkatan biaya DRAM dan NAND. Kondisi ini diperparah dengan kelangkaan komponen global yang terjadi akibat masifnya pembangunan infrastruktur kecerdasan buatan (AI) di seluruh dunia.
Sebagai gambaran, saat ini iPhone 17 Pro dibanderol mulai US$ 1.099 dan iPhone 17 Pro Max di angka US$ 1.199. Jika prediksi ini akurat, harga dasar seri terbaru bisa menembus US$ 1.399 atau bahkan lebih.
Kenaikan harga yang signifikan ini membuat Jeff Pu khawatir akan menciptakan ketidakpastian permintaan di pasar. Ia pun telah menurunkan rekomendasi saham Apple (AAPL) dari "buy" menjadi "hold". Sikap ini berbanding terbalik dengan pernyataannya pada Mei lalu, di mana ia memperkirakan Apple akan mematok harga iPhone 18 Pro secara agresif meski biaya memori terus meningkat.
Hingga saat ini, Apple belum memberikan pernyataan resmi. Dalam panggilan earnings call Q3 pekan lalu, CEO Apple Tim Cook enggan berkomentar soal kemungkinan penyesuaian harga iPhone. Meski begitu, banyak analis yakin harga akan naik mengingat tren biaya produksi yang terus meningkat.
Apple dijadwalkan meluncurkan iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max bersamaan dengan iPhone lipat pertamanya pada September tahun ini. iPhone lipat tersebut diprediksi dibanderol sangat mahal, menyentuh angka di atas US$ 2.000 (sekitar Rp 33 juta).
Sementara itu, untuk varian reguler seperti iPhone 18, iPhone 18e, dan iPhone Air 2, kabarnya baru akan menyusul dirilis pada musim semi 2027. Artinya, konsumen yang menginginkan iPhone dengan harga lebih terjangkau harus bersabar lebih lama.
Bagi pengguna yang berencana upgrade ke lini Pro, kabar ini tentu menjadi pertimbangan. Jika kenaikan harga benar terjadi, iPhone 17 Pro yang saat ini beredar bisa menjadi pilihan lebih masuk akal secara nilai, terutama jika performanya masih memadai untuk kebutuhan sehari-hari.