BYD Buka Suara Soal Mobil Listrik Terbakar di Cikampek, Sebut Kasusnya Sangat Langka

Penulis: Usman Harun  •  Selasa, 04 Agustus 2026 | 07:32:31 WIB
BYD menyatakan investigasi menyeluruh masih berlangsung terkait insiden kebakaran mobil listrik di Tol Jakarta-Cikampek.

JAWA TENGAH — PT BYD Motor Indonesia menegaskan bahwa insiden kebakaran yang melibatkan salah satu unit kendaraan listriknya di ruas Tol Jakarta-Cikampek masih dalam tahap investigasi menyeluruh. Perusahaan belum dapat menarik kesimpulan apa pun terkait penyebab pasti kejadian tersebut.

Head of Marketing, PR and Government Relations PT BYD Motor Indonesia, Luther Panjaitan, menyampaikan bahwa berdasarkan data internal perusahaan, kasus serupa hampir tidak pernah terjadi di Indonesia. Pernyataan ini disampaikannya di Tangerang pada Senin (3/8/2026).

"Kami juga menjelaskan bahwa kejadian ini adalah kejadian yang sangat unik yang terjadi di Indonesia. Karena lebih dari 92.000 unit yang kami delivery, kejadian yang terjadi pada kendaraan khusus spesifik kendaraan beliau ini hampir tidak pernah terjadi di Indonesia," ujar Luther.

Investigasi Menyeluruh Masih Berjalan

Luther menekankan bahwa saat ini fokus utama perusahaan adalah melakukan pemeriksaan komprehensif terhadap kendaraan yang terbakar. Proses investigasi ini dinilai krusial untuk mengungkap akar permasalahan sekaligus menjadi bahan evaluasi bagi pengembangan produk ke depan.

"Namun kami belum bisa menyimpulkan apa-apa dari hasil karena masih komprehensif secara investigasi. Mudah-mudahan bila sudah ada kami bisa dapat komunikasikan di lain waktu," kata dia.

Ia menambahkan, hasil investigasi nantinya akan dimanfaatkan untuk mengantisipasi potensi risiko serupa. "Siapa tahu hal tersebut bisa juga diantisipasi dalam proses R&D ke depan," imbuhnya.

Klaim Fitur Keselamatan dan Skala Insiden

Menanggapi kekhawatiran publik, Luther menjelaskan bahwa seluruh kendaraan listrik BYD telah dibekali berbagai fitur keselamatan dan teknologi yang dirancang untuk meminimalisasi risiko membahayakan pengguna. Pihaknya pun mengaku langsung memprioritaskan kondisi konsumen saat insiden terjadi.

"Makanya begitu kejadian terjadi, fokus kita adalah bagaimana situasi konsumen, bagaimana kejadian itu, apakah ada korban atau tidak," ujarnya.

Meski demikian, ia tidak merinci secara spesifik jumlah unit yang pernah mengalami insiden serupa di Indonesia. Luther hanya menegaskan angkanya sangat sedikit. "(Jumlah kendaraan yang mengalami insiden) sangat sangat sedikit sekali, ya. Sangat sedikit sekali," pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, BYD belum mengumumkan langkah lanjutan seperti program pemeriksaan gratis atau recall untuk unit lain. Pabrikan masih menunggu hasil investigasi final sebelum menentukan kebijakan berikutnya.

Reporter: Usman Harun
Sumber: otomotif.kompas.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top