DEMAK — Puluhan ibu rumah tangga di Desa Wonorejo, Kecamatan Guntur, Kabupaten Demak, kini memiliki keterampilan baru dalam mengolah buah pepaya mentah menjadi produk manisan yang layak jual. Pelatihan yang diinisiasi oleh 23 mahasiswa KKN MIT ke-22 UIN Walisongo Semarang Posko 91 ini digelar di Aula Balai Desa Wonorejo, Jumat (31/7/2026).
Sebanyak 23 peserta dari kalangan ibu-ibu PKK mendapat materi dan praktik langsung, mulai dari pemilihan bahan baku, pengupasan, pencucian, perendaman, hingga teknik pengemasan yang higienis dan menarik untuk dipasarkan.
Koordinator KKN MIT ke-22 UIN Walisongo Semarang Posko 91, Faiq Mahrus, menyebut pepaca merupakan komoditas yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar warga. Namun selama ini pemanfaatannya masih terbatas pada konsumsi buah segar.
"Melalui pelatihan ini, kami ingin memberikan inovasi kepada ibu-ibu PKK agar pepaya tidak hanya dikonsumsi sebagai buah, tetapi juga dapat diolah menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi. Harapannya, keterampilan ini dapat menjadi peluang usaha rumahan bagi masyarakat," ujar Faiq dalam keterangannya.
Dalam sesi pelatihan, para peserta tidak hanya menerima paparan materi mengenai potensi ekonomi pepaya mentah. Mereka juga diajak mempraktikkan seluruh tahapan pembuatan manisan secara langsung.
Proses pengolahan dimulai dari pemilihan buah pepaya yang tepat, lalu dilanjutkan dengan pengupasan dan pencucian. Setelah itu, peserta mempelajari teknik perendaman dan pengolahan, yang diakhiri dengan pengemasan produk agar memiliki daya tarik di pasaran.
Ketua PKK Desa Wonorejo, Asih Kurniati, menyambut baik inisiatif para mahasiswa tersebut. Ia menilai pelatihan ini memberikan wawasan baru bagi warganya dalam mengolah hasil panen pepaya menjadi produk yang memiliki nilai tambah.
"Kegiatan ini sangat bermanfaat. Kami berharap ilmu yang diberikan bisa terus dikembangkan dan menjadi salah satu sumber pendapatan tambahan bagi keluarga," kata Asih.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program pemberdayaan masyarakat yang diusung KKN MIT ke-22 UIN Walisongo di Desa Wonorejo, dengan fokus pada pemanfaatan potensi pertanian lokal untuk meningkatkan kesejahteraan warga.