PATI — Warga Dukuh Gesing, Desa Sidomukti, Kecamatan Margoyoso tidak perlu menunggu lama untuk menikmati akses jalan yang mulus. Aspirasi mereka soal infrastruktur rusak langsung direspons anggota Komisi A DPRD Pati, Karwito, saat menggelar reses di tengah permukiman warga, Selasa (4/8/2026).
Kerusakan jalan di wilayah tersebut akan diusulkan masuk ke dalam program pembangunan infrastruktur. Karwito memastikan perbaikannya tidak lagi menggunakan aspal, melainkan konstruksi beton yang dianggap lebih tahan lama.
Keputusan memakai rabat beton ini diambil setelah mempertimbangkan usia pakai yang jauh lebih panjang. Aspal dinilai mudah tergerus dan berlubang, terutama saat musim hujan atau dilintasi kendaraan bermuatan berat.
“Ini nanti akan saya cor di perubahan anggaran, tetapi kalau tidak mencukupi nanti di awal 2027. Ini saya ratakan dulu di Desa Sidomukti, bergantian di setiap RT,” ungkapnya.
Perjuangan ini bukan tanpa bukti. Sebelum menyentuh Dukuh Gesing, sejumlah ruas jalan di Dukuh Golilo pada desa yang sama telah lebih dulu direalisasikan pengecorannya. Kini giliran Dukuh Gesing yang menjadi prioritas berikutnya.
Karwito menegaskan komitmennya untuk meratakan akses jalan di desa tersebut selama masa jabatannya di legislatif. Program ini direncanakan berjalan berkesinambungan hingga 2029.
“Program saya selama jadi dewan sampai 2029, akan saya cor semua. Untungnya di desa ini ada anggota dewan. Soalnya dana desa ini habis tinggal Rp300 juta, infrastruktur hanya sedikit. Kita amanah terhadap masyarakat,” tutupnya.
Keterbatasan pagu dana desa menjadi salah satu alasan mengapa peran anggota dewan sangat vital dalam mempercepat pembangunan. Dengan sisa anggaran desa yang hanya sekitar Rp300 juta, alokasi untuk infrastruktur menjadi sangat minim.
Oleh karena itu, skema pembiayaan melalui pokok-pokok pikiran (pokir) anggota DPRD menjadi jalan keluar untuk menambal kebutuhan mendesak warga. Masyarakat pun diharapkan ikut mengawal kualitas pengerjaan agar hasilnya maksimal dan tepat sasaran.