JAWA TENGAH — Kebiasaan mengisi daya smartphone lewat power bank kini bisa diterapkan ke laptop. Baterai eksternal berkapasitas besar dengan port USB-C memang dirancang untuk mentransfer daya hingga puluhan watt, cukup untuk mengisi ulang laptop modern. Hanya saja, tidak semua power bank dan laptop bisa saling terhubung secara otomatis.
Fitur yang wajib ada pada power bank adalah dukungan protokol USB-C Power Delivery (PD). Protokol ini memungkinkan negosiasi daya antara sumber (power bank) dan perangkat (laptop) sehingga tegangan yang dikirim sesuai dengan kebutuhan.
Standar umum yang dibutuhkan laptop adalah daya 45 watt hingga 65 watt. Power bank dengan PD 45W biasanya cukup untuk laptop entry-level, sementara laptop dengan kartu grafis diskrit atau prosesor kelas atas lebih aman menggunakan power bank PD 65W. Pastikan angka wattase ini tertulis jelas pada spesifikasi produk.
Laptop keluaran sebelum era USB-C umumnya menggunakan adaptor barrel jack dengan tegangan 19 volt. Power bank modern tidak dirancang untuk mengeluarkan tegangan setinggi itu. Selain itu, tanpa chip komunikasi PD, laptop tidak akan mengenali sumber daya eksternal dan menolak pengisian.
Untuk laptop yang sudah memiliki port USB-C, cek juga dukungan fitur Power Delivery di spesifikasi resmi pabrikan. Beberapa port USB-C di laptop hanya untuk transfer data, bukan untuk pengisian daya.
Jika wattase power bank lebih rendah dari kebutuhan laptop, pengisian tetap bisa berjalan tetapi sangat lambat. Dalam kasus tertentu, laptop justru menarik daya lebih besar dari yang mampu disuplai, sehingga power bank mati mendadak atau laptop tetap menyala tetapi daya baterainya tidak naik. Kondisi ini tidak merusak perangkat secara permanen, namun tidak efisien untuk penggunaan intensif.
Untuk pengguna yang sering bekerja di luar ruangan, membawa power bank 65W dengan kapasitas 24.000 mAh bisa menjadi solusi darurat yang praktis. Beban bawaan memang bertambah, tetapi kepastian laptop tetap menyala saat presentasi atau mengejar tenggat kerja jauh lebih berharga.
Kesimpulannya, selama laptop punya port USB-C dengan dukungan PD dan power bank menyuplai daya minimal 45W, kombinasi ini aman dipakai. Bagi pengguna laptop lawas dengan port pengisian proprietary, opsi yang tersisa hanyalah membeli adaptor USB-C ke barrel jack atau tetap menggunakan charger bawaan.