171 Petani Sawit Barito Utara Ikut Pelatihan Intensif, Tak Cukup Modal Pengalaman Lagi

Penulis: Usman Harun  •  Rabu, 12 Agustus 2026 | 10:41:01 WIB
pekebun sawit Barito Utara mengikuti pelatihan intensif yang digelar di Jawa Tengah.

JAWA TENGAH — Kegiatan yang digagas Akademi Komunitas Perkebunan Yogyakarta (AKPY) ini mendapat dukungan penuh dari Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) serta Direktorat Jenderal Perkebunan (Ditjenbun). Selain 171 pekebun, enam Aparatur Sipil Negara (ASN) dari instansi terkait juga turut ambil bagian dalam agenda peningkatan sumber daya manusia (SDM) perkebunan tersebut.

Mengapa Pelatihan Ini Jadi Krusial bagi Pekebun?

Pengalaman puluhan tahun menggarap lahan memang berharga, tetapi para pekebun kini dihadapkan pada tantangan yang lebih kompleks. Fluktuasi harga, perubahan iklim, hingga tuntutan pasar akan praktik berkelanjutan memaksa pekebun untuk tidak hanya mengandalkan kebiasaan lama. Pelatihan ini dirancang untuk menjembatani praktik lapangan dengan kajian ilmiah dan pendekatan berbasis data.

Para peserta akan mendalami teknik budidaya yang lebih presisi. Tujuannya jelas: meningkatkan produktivitas buah sawit tanpa mengorbankan kelestarian lingkungan kebun dalam jangka panjang.

Kelas Kecil, Materi Lebih Dalam

Agar proses belajar lebih efektif, panitia membagi 171 peserta ke dalam enam kelas. Pembagian ini bukan tanpa alasan. Dengan kelas yang lebih kecil, setiap pekebun mendapatkan porsi materi yang lebih terarah dan kesempatan bertanya yang lebih luas.

Metode ini memungkinkan instruktur memantau pemahaman peserta secara lebih intensif. Perpaduan teori di dalam ruangan dan praktik langsung di lapangan menjadi menu utama yang diharapkan mampu mengubah cara pandang pekebun dalam mengelola kebunnya.

Kolaborasi Lembaga untuk SDM Perkebunan

Program Pengembangan SDM Perkebunan (SDMP) 2026 ini menjadi bukti nyata sinergi antarlembaga. AKPY sebagai institusi pendidikan vokasi membawa kapasitas akademiknya, sementara BPDP memberikan dukungan pendanaan dari dana yang dihimpun dari industri sawit. Ditjenbun memastikan materi yang diajarkan selaras dengan kebijakan nasional.

Bagi pekebun di Barito Utara, pelatihan ini bukan sekadar sertifikat. Ini adalah bekal untuk bertransformasi dari petani konvensional menjadi pekebun yang adaptif dan berdaya saing, sekaligus memastikan perkebunan sawit Indonesia tetap menjadi tulang punggung ekonomi nasional.

Reporter: Usman Harun
Sumber: ekbis.sindonews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top