JAWA TENGAH — Jusuf Hamka, yang akrab disapa Babah Alun, tidak main-main saat bertandang ke GIIAS 2026. Dalam satu hari, pria yang dikenal sebagai pendukung awal elektrifikasi ini memesan 200 unit kendaraan dari berbagai merek. Porsinya terbagi hampir merata antara SUV bermesin konvensional dan mobil listrik rakitan lokal.
60 Unit Toyota Land Cruiser FJ: Pesanan dengan Syarat "First Come, First Serve"
Pesanan paling mencolok kali ini jatuh pada Toyota Land Cruiser FJ. Jusuf Hamka memborong 60 unit SUV legendaris tersebut dalam sekali transaksi. Momen penandatanganan SPK itu bahkan dihadiri rekannya yang ikut memesan satu unit tambahan di lokasi.
Ada syarat unik yang dilemparkan Babah Alun terkait pengiriman unit pertamanya. "Ingat ya, pas pertama (unitnya) dikirim, kalau orang lain yang lu kasih duluan, gue nggak jadi (beli). First come, first serve. Kita dateng ke sini, kita juga udah tekan SPK bareng Pak Menko," ujarnya di lounge Toyota GIIAS 2026.
Komitmen EV: 50 Unit Changan Nevo Q05 dengan Permintaan Diskon 20 Persen
Dari sisi elektrifikasi, Jusuf Hamka menambah portofolionya dengan memesan 50 unit Changan Nevo Q05. Namun, ada satu permintaan spesifik yang ia sampaikan langsung ke tim Changan terkait jadwal pengiriman dan insentif.
"Kalau lewat dari Desember delivery-nya. Gue minta diskon 20 persen," kata Jusuf di booth Changan. Pernyataan ini menegaskan bahwa ia serius menuntut ketepatan waktu distribusi unit yang ia pesan.
Pesanan Tambahan Aletra: Total 90 Unit untuk L7 dan L8
Konsistensi Jusuf Hamka terhadap merek Aletra juga berlanjut di ajang ini. Ia melakukan penambahan pesanan sebanyak 30 unit untuk model Aletra L8. Sementara itu, untuk model Aletra L7, Babah Alun memborong 60 unit sekaligus.
"Pokoknya before Desember ya. Yang Aletra L8 tambahan 30 unit, terus yang itu kita ambil 60 unit, yang L7," kata dia. Jika ditotal, komitmennya untuk lini Aletra di GIIAS 2026 mencapai 90 unit.
Dukungan Berkelanjutan untuk Aletra Sejak 2024
Pembelian ini bukan yang pertama bagi Jusuf Hamka. Pada ajang GJAW akhir 2024, ia tercatat melakukan pemesanan sekitar 150 unit Aletra L8 EV untuk dijadikan kendaraan operasional kantor. Kini, proses pengiriman untuk pesanan lawas tersebut disebutnya hampir rampung.
"Nyaris (selesai seluruh pengiriman L8)," ujar Jusuf. Langkah ini menunjukkan bahwa pembelian di GIIAS kali ini adalah bentuk loyalitas berkelanjutan, bukan sekadar seremonial belaka.
Yang Perlu Diperhatikan dari Strategi Borongan Ini
- Skala pembelian pribadi: Memesan 200 unit dalam sehari adalah angka yang luar biasa untuk konsumen individu, menegaskan posisi Jusuf Hamka sebagai salah satu kolektor otomotif terbesar di Indonesia.
- Ketegasan soal deadline: Syarat "first come, first serve" untuk Land Cruiser FJ dan permintaan diskon 20 persen jika telat kirim untuk Changan menunjukkan bahwa ia adalah pembeli yang menuntut kepastian, bukan sekadar pembeli pasif.
- Dominasi EV lokal: Dari total 200 unit, sebanyak 140 unit merupakan kendaraan listrik (50 Changan + 90 Aletra). Ini sinyal kuat bahwa pasar EV rakitan lokal mampu menyerap pesanan korporat skala besar.
- Catatan netral: Belum ada keterangan resmi mengenai skema pembiayaan atau status pajak dari transaksi borongan ini, namun volume sebesar ini biasanya mendapatkan perlakuan khusus dari ATPM.