Pencarian

Review Celana Lari Rheon: Teknologi "Custard" yang Dipakai Pemecah Rekor Dunia, Apakah Worth It untuk Pelari Amatir?

Senin, 10 Agustus 2026 • 09:26:01 WIB
Review Celana Lari Rheon: Teknologi
Pelari amatir menguji celana lari berteknologi Rheon dari merek Soar dan Kiprun di medan jalanan dan trail Indonesia.

JAWA TENGAH — Teknologi Rheon Labs kini mudah ditemukan di balapan road, track, dan trail dunia. Dipakai pelari elite Adidas, sprinter Australia Gout Gout, hingga tersedia di merek premium Soar dan Kiprun yang lebih terjangkau, celana ini mengklaim memberikan kontrol otot yang tidak bisa diberikan celana kompresi biasa. Saya menguji dua variannya: Soar Rheon Trail Race Shorts yang mahal dan Kiprun Rheon Trail Run 900 yang ramah kantong, untuk membuktikan klaim tersebut di jalanan dan trail Indonesia.

Apa Itu Rheon dan Bagaimana Cara Kerjanya?

Rheon adalah material yang peka terhadap kecepatan regangan (strain-rate-sensitive). Material ini lentur dan nyaman saat Anda diam, namun langsung mengeras saat terkena benturan atau tekanan cepat, seperti saat kaki menjejak tanah.

James Wilmott, product developer di Rheon Labs, menganalogikannya dengan custard atau pasir basah. "Saat Anda memasukkan jari perlahan ke custard, jari akan tenggelam. Tapi jika dihantam keras, custard akan mengeras," jelasnya. "Sama seperti pasir basah, jika Anda diam Anda akan tenggelam, tapi jika berlari, Anda bisa berlari di permukaannya." Dalam celana lari, Rheon diaplikasikan sebagai film tipis dengan pola tertentu yang menutupi otot-otot utama. Material ini mengeras tepat saat dibutuhkan untuk menahan getaran otot.

Manfaat Nyata: Lebih dari Sekadar Kompresi Biasa

Klaim utama Rheon adalah mengurangi "goyangan" otot yang dianggap sebagai energi terbuang. "Saat melihat sprinter dari depan, otot mereka terlihat bergetar ke samping. Itu energi yang terbuang. Rheon membantu mengontrol dan membatasi akselerasi otot tersebut," kata Wilmott.

Efek ini mirip dengan celana kompresi, namun dengan pendekatan berbeda. Celana kompresi konvensional menekan otot secara konstan, yang bisa terasa tidak nyaman jika terlalu ketat. Rheon menawarkan kompresi "adaptif"—tidak ketat saat diam, namun memberikan tekanan ekstra saat otot bekerja keras. Pengukuran dengan akselerometer menunjukkan Rheon memberikan kontrol otot sekitar 39% lebih baik daripada celana biasa tanpa kompresi, dan 20% lebih baik dari celana kompresi standar.

Pengujian di Lapangan: Soar vs Kiprun

Pengalaman pribadi penguji menunjukkan hasil yang berbeda di kedua produk. Dengan Soar Rheon Trail Race Shorts yang dibanderol USD 340 (sekitar Rp 5,5 juta), ia berhasil memecahkan rekor pribadi maraton dengan catatan waktu 2:24 di Loch Ness Marathon. Rute yang menanjak dan menurun di paruh pertama terasa lebih terkontrol, terutama dalam melindungi otot paha depan (quads) dari kerusakan akibat pengereman di turunan.

Sementara itu, Kiprun Rheon Trail Run 900 yang jauh lebih murah (Rp 800 ribuan) juga memberikan rasa percaya diri ekstra saat mempertahankan intensitas tinggi. Penguji merasakan efek positif saat memakainya untuk sesi latihan ganda dalam sehari, di mana kaki terasa lebih segar di sesi kedua. Untuk penggunaan trail di musim dingin, celana ini juga membantu mengurangi nyeri otot (DOMS) di hari berikutnya.

Kelebihan dan Kekurangan yang Perlu Dipertimbangkan

  • Kelebihan: Kontrol otot terasa signifikan saat pace tinggi, terutama di medan menurun; desain half tights dengan kantong penyimpanan sangat fungsional untuk membawa gel dan barang kecil; tersedia opsi harga yang jauh lebih terjangkau dari merek Kiprun.
  • Kekurangan: Harga versi premium (Soar) sangat mahal dan sulit dibenarkan untuk pelari rekreasi; manfaatnya sulit diukur secara kuantitatif tanpa alat khusus, jadi terasa subjektif; varian Kiprun belum tersedia secara resmi di Indonesia, menyulitkan calon pembeli untuk mencoba ukuran.

Verdict: Apakah Layak Dibeli?

Celana dengan teknologi Rheon bukanlah "jalan pintas" menuju performa lebih baik. Namun, bagi Anda yang sudah serius menekuni lari dan ingin mengoptimalkan setiap aspek—terutama untuk balapan maraton atau trail dengan elevasi tinggi—teknologi ini menawarkan keunggulan nyata dalam mengurangi kelelahan otot. Jika budget terbatas, varian Kiprun adalah pintu masuk yang logis. Namun, jika Anda pelari rekreasi yang hanya berlari santai 2-3 kali seminggu, celana kompresi biasa atau bahkan celana lari standar mungkin sudah lebih dari cukup untuk kebutuhan Anda.

Follow www.jatengmonitor.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: tomsguide.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks