KUDUS — Tujuh dari sebelas santri MA NU TBS Kudus yang lolos seleksi akan menempuh pendidikan di Universitas Al Azhar, Kairo, Mesir. Mereka adalah Afiq Madany Kaitsar asal Jepara, M. Fadhlan Hikam Wihdani asal Brebes, dan M. Rasya Prayogo asal Piji, Dawe, Kudus.
Empat santri lainnya juga tercatat sebagai M. Refa Maulana asal Pudakpayung, Semarang, Fabian Raffy Wijaya asal Babadan, Ponorogo, serta Ian Syauqi Al-Haq dan M. Zulfa Thoriqul Huda asal Kuripan, Purwodadi, Grobogan.
Penerimaan di Timur Tengah dan Asia Timur
Selain Al Azhar, satu santri atas nama Alfian Rifqi Maulana asal Kudus diterima di Universitas Al Ahgaff, Yaman. Sementara itu, Fachri Akbar Ibrahim asal Juwana, Pati, akan berangkat ke Gannan Normal University, Tiongkok.
Ubaidurrohman asal Ajung, Jember, Jawa Timur, tercatat lolos studi di Ta’limul Atiq melalui beasiswa Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).
Satu Santri Lolos di Dua Universitas Sekaligus
M. Faiz Abdillah asal Kota Pekalongan menjadi satu-satunya santri yang diterima di dua kampus internasional sekaligus. Ia lolos di Ta’limul Aly Maroko melalui beasiswa Kementerian Agama (Kemenag) serta Universite de Sousse, Tunisia.
Pelepasan para santri berlangsung khidmat di lingkungan madrasah dan disaksikan para masyayikh, kepala madrasah, jajaran pimpinan, serta segenap guru.
Pesan Kepala Madrasah: Jaga Sikap Tawadhu
Kepala MA NU TBS Kudus Syafi’i berpesan agar para santri dapat menunaikan tugas belajar dengan baik di negeri rantau. Ia menekankan pentingnya menjaga sikap rendah hati dan tidak melupakan almamater.
“Tetap jaga sikap tawadlu, dan jangan lupa pada almamater,” ujarnya dalam sambutan pelepasan.
Syafi’i juga mendoakan agar seluruh santri diberi kelancaran dan kemudahan selama menempuh studi. “Semoga ilmu yang didapat nanti membawa manfaat dan berkah,” harapnya.