JAWA TENGAH — Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono menerima kunjungan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi beserta jajaran kepala daerah kabupaten dan kota se-Jawa Tengah. Pertemuan tersebut membahas skema pembiayaan pembangunan Nusantara serta potensi kolaborasi antarwilayah, tidak hanya dari sisi korporasi tetapi juga rantai pasok dan sumber daya manusia.
Basuki menyebutkan, selain investasi swasta yang masuk, nilai komitmen proyek melalui skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) telah mencapai Rp134,22 triliun. Adapun pendanaan pembangunan IKN secara keseluruhan ditopang tiga sumber utama: APBN, KPBU, serta investasi swasta dan hibah.
Insentif Fiskal bagi Investor Asal Jawa Tengah
Basuki menegaskan Otorita IKN terbuka bagi daerah mana pun yang ingin bermitra. Ia mengisyaratkan adanya keringanan khusus jika Jawa Tengah resmi menjadi mitra resmi kawasan tersebut.
“Kami selalu melayani investor yang masuk. Apabila Jawa Tengah menjadi mitra Otorita IKN nantinya akan ada insentif fiskal,” ujar Basuki dalam keterangan yang diterima redaksi.
Peluang kerja sama yang ditawarkan mencakup penguatan rantai pasok barang dan jasa, peningkatan kapasitas SDM, hingga pengembangan ekonomi kreatif dan sektor pariwisata. Ini membuka ruang bagi pelaku usaha kecil dan menengah di Jawa Tengah untuk terlibat dalam proyek berskala nasional.
Pembangunan Kolaboratif ala Jawa Tengah
Ahmad Luthfi menyambut baik tawaran tersebut. Ia menilai konsep pembangunan Nusantara sejalan dengan pendekatan yang selama ini diterapkan di provinsinya.
“Kami membangun Jawa Tengah secara kolaboratif dengan merangkul seluruh pemangku kepentingan, termasuk media, dunia usaha, dan berbagai elemen masyarakat,” kata Luthfi.
Pernyataan itu menjadi sinyal bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Tengah tidak hanya melihat IKN sebagai proyek konstruksi fisik, tetapi juga peluang integrasi ekonomi antarprovinsi. Kunjungan ini merupakan langkah awal dari rencana tindak lanjut yang lebih konkret.
Tindak Lanjut Kerja Sama yang Diharapkan
Baik Otorita IKN maupun Pemprov Jawa Tengah berharap pertemuan ini segera berujung pada program konkret yang mendorong investasi dan memberi manfaat ekonomi bagi kedua wilayah. Namun, belum ada rincian teknis mengenai bentuk kerja sama atau sektor prioritas yang akan digarap lebih dulu.
Dengan total investasi swasta yang terus bertambah, IKN kini memasuki fase yang lebih bergantung pada partisipasi non-APBN. Keterlibatan daerah seperti Jawa Tengah menjadi indikator bahwa pembangunan ibu kota baru mulai menarik minat investor dari berbagai lini, termasuk pemerintah daerah yang ingin ambil bagian.