Pencarian

Warga Sragen Keluhkan Langes PG Mojo, Manajemen Akui Alat Tua dan Sulitnya Cari Suku Cadang

Sabtu, 04 Juli 2026 • 14:16:01 WIB
Warga Sragen Keluhkan Langes PG Mojo, Manajemen Akui Alat Tua dan Sulitnya Cari Suku Cadang
Warga Sragen membersihkan jelaga hitam yang mengotori rumah akibat aktivitas giling tebu di PG Mojo.

SRAGEN — Aktivitas giling tebu di PG Mojo, Sragen Kota, membuat sejumlah warga di sekitar pabrik harus membersihkan rumah berkali-kali dalam sehari. Langes berwarna hitam dari cerobong asap pabrik beterbangan seiring angin kencang yang bertiup pada musim kemarau tahun ini.

Rizky Hafid Yusa Pratama, warga Jalan KH Ahmad Dahlan No. 20, Cantel Wetan RT 01 RW 13, Sragen Kota, mengaku jelaga itu sudah masuk ke dalam rumah dan halaman depan.

“Satu jam sekali harus membersihkan menggunakan air,” kata Rizky, Kamis (2/7/2026).

Limbah Hitam Mengotori Teras dan Halaman

Keluhan serupa disampaikan Rahmat Samsono, warga Sragen Kulon. Ia menyebut limbah padat berwarna hitam itu mengotori teras dan halaman rumah setiap hari sejak musim giling dimulai. Kondisi ini juga ramai dikeluhkan di media sosial.

Rahmat berharap manajemen pabrik segera memperbaiki sistem pembuangan asap. Sebab, polusi visual dan udara yang ditimbulkan dinilai sudah mengganggu kenyamanan warga.

Manajemen Akui Mesin Boiler Tua, Suku Cadang Sulit

Menanggapi keluhan itu, manajemen PG Mojo tidak menampik adanya rembesan jelaga ke pemukiman. Samuel Mahendra, karyawan PG Mojo, menjelaskan pihaknya tengah melakukan pembenahan parsial pada sistem mesin boiler pembuangan. Namun, merawat pabrik peninggalan era kolonial diakuinya bukan perkara mudah.

“Alatnya sudah tua dan kami harus rapikan, beberapa bagian sudah diperbaiki. Tetapi itu tidak mudah,” jelasnya.

Ia menambahkan, urusan suku cadang mesin tua juga membutuhkan penyesuaian khusus. “Kalaupun ada spare part yang didatangkan, istilahnya ditempel agar bisa dipakai, tapi tidak bisa langsung pas begitu saja. Perlu banyak modifikasi dan penyesuaian di lapangan,” imbuhnya.

Kemarau Tegas Sebaran Debu Makin Luas

Selain faktor mekanis, Samuel menyebut faktor cuaca tahun ini memperparah sebaran debu. Berbeda dengan musim giling tahun lalu yang masih sering diguyur hujan, tahun ini wilayah Sragen memasuki musim kemarau yang sangat kering.

“Namanya pabrik gula, sesepuh dulu sering bilang kalau musim giling itu pasti pas ketigo. Nah, tahun ini kemaraunya tegas. Angin kencang saat siang dan udara panas membuat debu dari dapur boiler kami menyebar lebih luas karena tidak tereduksi oleh air hujan seperti tahun lalu,” bebernya.

Pihak manajemen menegaskan tidak tinggal diam. Berdasarkan pemantauan, volume debu diklaim sudah mulai menurun dalam tiga hari terakhir jika dibandingkan dengan kondisi sepuluh hari yang lalu.

Follow www.jatengmonitor.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: joglosemarnews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks