Pencarian

4 Tempat Healing Sambil Berburu Buku di Solo, Ada Kafe Sastra hingga Pasar Buku Bekas

Senin, 06 Juli 2026 • 12:31:01 WIB
4 Tempat Healing Sambil Berburu Buku di Solo, Ada Kafe Sastra hingga Pasar Buku Bekas
Carpe Diem, kafe di Solo yang juga menjadi ruang diskusi sastra bagi para pecinta literasi.

SOLO — Kota Solo tak hanya terkenal dengan budaya dan kulinernya, tetapi juga memiliki sejumlah tempat nongkrong yang unik bagi para pencinta buku. Empat destinasi ini menawarkan suasana santai untuk "healing" sambil berburu koleksi bacaan, dari yang baru hingga bekas berkualitas.

Carpe Diem: Kafe yang Jadi Ruang Diskusi Sastra

Tempat pertama adalah Carpe Diem, sebuah kafe yang juga berfungsi sebagai ruang diskusi sastra. Pengunjung bisa menikmati kopi sambil membaca koleksi buku yang tersedia, atau sekadar mengobrol dengan sesama penggemar literasi. Suasana yang teduh dan artistik membuat tempat ini kerap menjadi lokasi pertemuan komunitas penulis dan pembaca di Solo.

Kuhate Books: Tempat Baca yang Nyaman untuk Bersantai

Pilihan kedua adalah Kuhate Books yang menonjolkan kenyamanan ruang bacanya. Tempat ini dirancang bagi mereka yang ingin berlama-lama membaca tanpa gangguan. Dengan pencahayaan yang hangat dan tempat duduk yang empuk, Kuhate Books menjadi alternatif perpustakaan pribadi bagi warga Solo yang ingin melepas penat dari hiruk-pikuk kota.

Pasar Buku Alun-alun Lor: Harta Karun Buku Bekas

Bagi pemburu buku bekas dengan harga miring, Pasar Buku Alun-alun Lor adalah jawabannya. Terletak di kawasan ikonik Kota Solo, tempat ini sering disebut sebagai harta karun bagi kolektor. Berbagai judul lawas hingga novel terbitan lama bisa ditemukan di sini dengan harga yang sangat terjangkau. Pengunjung disarankan datang pagi hari untuk mendapatkan pilihan terbaik.

Busri: Pilihan Lengkap dengan Harga Bisa Ditawar

Destinasi keempat adalah toko buku Busri yang dikenal memiliki pilihan buku paling lengkap di antara tempat lainnya. Mulai dari buku pelajaran, novel populer, hingga buku agama tersedia di sini. Keunggulan utama Busri adalah sistem tawar-menawar yang masih berlaku, sehingga pengunjung bisa mendapatkan harga spesial sesuai isi kantong.

Keempat destinasi ini membuktikan bahwa Solo memiliki ekosistem literasi yang hidup dan beragam. Bagi wisatawan yang bosan dengan mal atau tempat wisata konvensional, berburu buku di sudut-sudut kota bisa menjadi pengalaman baru yang tak kalah menarik.

Follow www.jatengmonitor.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: radarsolo.jawapos.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks