JAWA TENGAH — Perusahaan yang berbasis di Irvine, California, ini mengajukan pernyataan pendaftaran ke Securities and Exchange Commission (SEC) pada Jumat pekan lalu. Syntiant mengembangkan chip dan software AI yang dirancang untuk perangkat edge computing, seperti perangkat wearable dan perangkat Internet of Things (IoT), yang memproses data secara lokal tanpa perlu terhubung ke cloud.
Intel dan Investor Lain di Belakang Syntiant
Syntiant telah mengumpulkan dana dari sejumlah investor ternama. Selain Intel Capital, jajaran investor perusahaan ini mencakup Applied Ventures, M12 (dana ventura Microsoft), dan Robert Bosch Venture Capital. Total pendanaan yang telah dihimpun Syntiant mencapai lebih dari US$ 100 juta sejak berdiri pada 2017.
Strategi di Tengah Gelombang IPO AI
Langkah Syntiant mengikuti jejak perusahaan AI lain yang melantai di bursa tahun ini. Pasar sedang mengamati apakah IPO ini akan mendapat sambutan serupa dengan debut perusahaan seperti Arm Holdings atau Instacart. Syntiant berharap dapat memanfaatkan momentum di mana investor global terus mencari eksposur ke sektor AI, terutama di segmen perangkat keras dan chip.
Produk utama Syntiant adalah Neural Decision Processors (NDP), chip yang mengoptimalkan inferensi AI dengan konsumsi daya sangat rendah. Teknologi ini memungkinkan perangkat kecil menjalankan fungsi seperti pengenalan suara, deteksi gerakan, dan klasifikasi suara tanpa harus bergantung pada server pusat.
Kinerja Keuangan dan Penggunaan Dana IPO
Dalam prospektus awal, Syntiant melaporkan pendapatan yang masih terbatas dan kerugian bersih yang membesar seiring meningkatnya belanja riset dan pengembangan. Perusahaan belum menyebutkan secara rinci target harga saham maupun jumlah lembar yang akan ditawarkan. Dana hasil IPO rencananya akan digunakan untuk ekspansi produksi, pengembangan produk, dan modal kerja.
Bagi investor yang melirik IPO ini, penting untuk mencermati prospek pertumbuhan Syntiant di pasar edge AI yang diperkirakan tumbuh signifikan dalam beberapa tahun ke depan. Namun, persaingan di sektor ini ketat, dengan pemain besar seperti Qualcomm dan MediaTek juga menggarap segmen serupa.