SOLO — Wali Kota Solo Respati Ardi meluapkan kegeramannya setelah kembali mendengar adanya korban kecelakaan kerja di proyek Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) Putri Cempo. Insiden terbaru ini mengakibatkan seorang pekerja harus menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Dr Oen Kandang Sapi.
Peristiwa ini bukan yang pertama kali terjadi di lokasi proyek strategis tersebut. Kecelakaan serupa sebelumnya juga pernah dilaporkan, membuat Wali Kota langsung mengambil sikap tegas terhadap pihak operator.
Ultimatum Wali Kota: Evaluasi Total atau Dikenakan Sanksi
Respati Ardi tidak tinggal diam. Ia mengultimatum operator PLTSa Putri Cempo untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap prosedur keselamatan kerja. "Saya geram, ini sudah berulang. Jangan sampai ada korban jiwa. Evaluasi total sistem K3 mereka, atau kami akan ambil tindakan," tegasnya dalam keterangan yang diterima, Senin.
Wali Kota menekankan bahwa keselamatan pekerja adalah prioritas mutlak yang tidak bisa ditawar. Ia meminta manajemen untuk menghentikan sementara operasional di titik rawan jika diperlukan, demi investigasi dan perbaikan prosedur.
Korban Masih Dirawat Intensif di RS Dr Oen
Hingga berita ini diturunkan, korban kecelakaan masih menjalani perawatan intensif di RS Dr Oen Kandang Sapi. Belum ada rincian resmi mengenai kondisi terkini korban maupun kronologi pasti kecelakaan yang terjadi.
Pihak rumah sakit belum memberikan pernyataan resmi terkait perkembangan kondisi pasien. Sementara itu, Dinas Ketenagakerjaan Kota Solo disebut akan turun tangan untuk mengawal proses investigasi dan memastikan hak-hak korban terpenuhi.
PLTSa Putri Cempo: Proyek Strategis yang Terus Dibayangi Masalah
PLTSa Putri Cempo merupakan proyek pengelolaan sampah menjadi energi listrik yang digadang-gadang menjadi solusi atas masalah sampah kronis di Solo. Namun, proyek ini kerap diterpa isu, mulai dari masalah teknis hingga keselamatan kerja.
Kecelakaan berulang ini memicu pertanyaan publik mengenai komitmen operator terhadap standar operasional prosedur (SOP) dan keselamatan pekerja. Publik menanti langkah konkret Pemkot Solo untuk memastikan proyek vital ini berjalan tanpa mengorbankan nyawa manusia.