Pencarian

Changan Indonesia Akui Penjualan Lumin Lesu, Harga Naik Jadi Rp 222 Juta

Kamis, 09 Juli 2026 • 04:36:01 WIB
Changan Indonesia Akui Penjualan Lumin Lesu, Harga Naik Jadi Rp 222 Juta
Penjualan Changan Lumin di Indonesia belum mencapai target akibat kenaikan harga dan keterbatasan pasokan.

JAWA TENGAH — Changan Indonesia buka suara soal lesunya penjualan mobil listrik mungil Lumin. Padahal, model ini semula diandalkan sebagai gerbang utama masyarakat beralih ke kendaraan tanpa emisi berkat banderol yang relatif terjangkau. Namun, dinamika pasar dan kebijakan harga membuat posisinya kini makin terdesak.

Head of Marketing Changan Indonesia, Rizal Mulyadi, mengakui penjualan Lumin belum mencapai target yang diharapkan. Ia menyebutkan ada dua faktor utama yang menghambat laju pemasaran mobil listrik perkotaan tersebut.

"Kita percaya Lumin bisa memberikan lebih dibanding produk lain. Tapi kalau dari segi penjualan memang belum terlihat banyak," ujar Rizal saat ditemui di Sukabumi, Jawa Barat.

Harga Meroket Rp 44 Juta dalam Enam Bulan

Salah satu pukulan terberat bagi Lumin adalah penyesuaian harga yang cukup drastis. Saat pertama kali diperkenalkan, city car listrik ini dibanderol Rp 178 juta. Secara bertahap, harganya terus merangkak naik hingga kini berada di kisaran Rp 222 juta.

Artinya, dalam kurun waktu sekitar enam bulan beroperasi di Indonesia, Changan Lumin mengalami kenaikan harga hingga Rp 44 juta. Lonjakan ini jelas memengaruhi persepsi konsumen yang mengincar mobil listrik sebagai kendaraan kedua yang ekonomis.

"Harga sudah di atas Rp 200 juta, mungkin ini juga menjadi faktor yang memperlambat. Karena kita sama-sama tahu kondisi sekarang, untuk entry level dengan harga sekelas itu memang agak berat," kata Rizal.

Pasokan dari Prinsipal Ikut Jadi Kendala

Selain faktor harga, Rizal juga menyoroti masalah pasokan unit dari prinsipal. Keterbatasan stok membuat Changan Indonesia tidak bisa leluasa memenuhi permintaan pasar yang ada. Padahal, persaingan di segmen mobil listrik mungil kian ketat dengan kehadiran merek-merek baru.

Kondisi ini diperparah dengan perubahan perilaku konsumen. Calon pembeli kini tidak hanya melihat harga beli, tetapi juga mempertimbangkan fitur, teknologi, layanan purna jual, jaringan diler, hingga nilai jual kembali kendaraan. Faktor-faktor ini menjadi pertimbangan krusial sebelum memutuskan membeli mobil listrik entry level.

Pasar Mobil Listrik Entry Level Mulai Terguncang

Fenomena yang dialami Changan Lumin menjadi cermin dinamika pasar mobil listrik nasional. Segmen entry level yang sempat digadang-gadang sebagai primadona kini mulai kehilangan pesona. Kenaikan harga jual di tengah daya beli masyarakat yang belum pulih sepenuhnya menjadi kombinasi yang berat bagi produsen.

Produsen lain pun diprediksi akan menghadapi tantangan serupa jika tren kenaikan harga terus berlanjut. Persaingan yang semakin ketat memaksa setiap merek untuk tidak hanya bersaing dari segi harga, tetapi juga memberikan nilai lebih dalam hal layanan dan kepercayaan konsumen.

Changan Indonesia sendiri masih berupaya mencari strategi terbaik untuk meningkatkan penetrasi Lumin di pasar. Namun, tanpa perbaikan signifikan pada struktur harga dan pasokan, jalan menuju kesuksesan di segmen ini tampaknya masih panjang dan berliku.

Follow www.jatengmonitor.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: viva.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks