SOLO — Kecemasan yang tidak tertangani pada ibu hamil bukan sekadar masalah psikologis. Hasil kajian menunjukkan kondisi ini berhubungan langsung dengan luaran kelahiran yang merugikan, terutama bayi berat lahir rendah dan kelahiran prematur. Seorang akademisi dari Solo pun menghadirkan solusi berbasis teknologi.
Mengapa Kecemasan Ibu Hamil Berbahaya?
Kecemasan maternal yang berlangsung terus-menerus dapat memengaruhi kondisi janin. Risiko bayi lahir prematur atau dengan berat badan di bawah normal meningkat signifikan pada ibu yang mengalami stres tinggi selama kehamilan. Kondisi ini kerap luput dari deteksi dini karena tidak semua ibu hamil menyadari gejalanya.
Si-Laksmi: Deteksi Dini Lewat Gawai
Aplikasi Si-Laksmi dirancang untuk menjadi alat skrining mandiri bagi ibu hamil. Pengguna cukup mengisi serangkaian pertanyaan terstruktur melalui ponsel. Hasilnya langsung terklasifikasi: kecemasan ringan, sedang, atau berat. Dengan begitu, tenaga kesehatan bisa segera memberikan intervensi sebelum dampak buruk terjadi pada janin.
Inovasi ini merupakan bagian dari disertasi doktoral sang dosen di UGM. Ia melihat celah antara deteksi kecemasan yang masih manual dengan kebutuhan akan alat yang praktis dan bisa diakses kapan saja oleh ibu hamil di berbagai daerah, termasuk di pelosok.
Bagaimana Cara Kerjanya di Lapangan?
Si-Laksmi tidak hanya berhenti pada