JAWA TENGAH — Ratusan atlet muda dari kategori U-11, KU-11, dan KU-12 bersaing ketat memperebutkan Super Tiket pada ajang yang berlangsung hingga 12 Juli 2026. Dari pantauan tim pencari bakat, peserta putri dinilai memiliki kualitas yang patut diperhitungkan.
Kriteria Lengkap Jadi Incaran Tim Pencari Bakat
Hendrawan, peraih emas Kejuaraan Dunia 2001, mengungkapkan bahwa timnya tidak hanya mencari satu keunggulan. Ada empat aspek utama yang dinilai: kualitas olah kaki (footwork), teknik dasar, kelincahan, dan tenaga.
"Minimal, atlet harus punya salah satu keunggulan. Tentu akan lebih menguntungkan kalau ada atlet yang memiliki lebih dari satu kelebihan, apalagi kalau semuanya lengkap," ujar Hendrawan dalam keterangan resmi.
Persaingan Ketat di Lapangan Jadi Tolok Ukur Mental
Menurut Hendrawan, sistem turnamen langsung seperti ini memberikan gambaran nyata tentang mental bertanding. Bukan sekadar teknik individu, tetapi fighting spirit di lapangan menjadi pembeda.
"Peserta putri yang kami lihat sejauh ini bagus. Dengan adanya sistem turnamen seperti ini, kami bisa melihat adanya persaingan di lapangan. Jadi, yang dinilai mulai dari sisi teknik, kualitas bertanding dan fighting spirit mereka," jelasnya.
Materi Pemain Putri: Tantangan dan Harapan Besar
Hendrawan tidak menampik bahwa mencari bakat istimewa di sektor putri lebih sulit ketimbang putra. Ia menilai jumlah pemain putri yang benar-benar menonjol di Indonesia masih terbatas, sehingga temuan di Pekanbaru akan menjadi aset berharga.
"Untuk menemukan bakat istimewa dari sektor putri memang tidak mudah. Kita tahu bahwa di Indonesia, pemain putri yang benar-benar menonjol jumlahnya tidak banyak. Karena itu, kalau di audisi ini kami bisa menemukan pemain yang punya kualitas komplet, itu menjadi sesuatu yang sangat kami syukuri," tegas Hendrawan.
Bibel: Mimpi Besar dari Pekanbaru
Salah satu peserta yang mencuri perhatian adalah Bellvania Safistika Sheila Mahaeswari, atau akrab disapa Bibel. Atlet muda dari klub Jelang Fajar Badminton Class ini datang dengan mimpi besar: menjadi atlet nasional dan membela Indonesia di pentas internasional.
"Bibel ikut Audisi Umum PB Djarum di Pekanbaru karena ingin jadi atlet nasional. Dari kecil memang sudah suka bulu tangkis, apalagi sering lihat atlet-atlet Indonesia maupun luar negeri dari Youtube," ucap Bibel.
Meski mengaku gugup di pertandingan pertamanya, Bibel berhasil meraih kemenangan. Ia mengakui masih perlu berbenah, terutama dalam kecepatan berlari dan menjangkau kok. "Waktu pertandingan tadi, senang sekali bisa menang. Tapi, pas pertama kali main sempat gugup, jadi larinya kurang cepat dan nggak bisa ambil bola," pungkasnya.