Pencarian

Berawal dari Garasi Rumah, Koperasi Kelurahan Merah Putih Banjarsari Raup Omzet Rp300 Juta dalam Enam Bulan Pertama 2026

Minggu, 12 Juli 2026 • 10:41:31 WIB
Berawal dari Garasi Rumah, Koperasi Kelurahan Merah Putih Banjarsari Raup Omzet Rp300 Juta dalam Enam Bulan Pertama 2026
Koperasi Kelurahan Merah Putih Banjarsari mencatat omzet Rp300 juta dalam enam bulan pertama 2026.

SURAKARTA — Kisah sukses ini bermula dari garasi rumah ketua koperasi. Kini, Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) Banjarsari menjadi salah satu contoh awal keberhasilan program nasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Jawa Tengah.

Omzet Rp300 Juta dan Lonjakan Anggota dalam Enam Bulan

Sepanjang Januari hingga Juni 2026, koperasi yang berdiri pada September 2025 ini mencatat omzet lebih dari Rp300 juta. Jumlah anggota pun meroket dari 32 orang menjadi sekitar 130 orang hanya dalam setengah tahun.

Ketua KKMP Banjarsari, Budi Agung Setyowicoyo, mengatakan koperasi dibentuk untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus memperkuat pelaku UMKM di wilayahnya.

“Koperasi kami berdiri dan bergerak untuk melayani masyarakat dalam penyediaan gerai sembako. Kemudian kita juga bekerja sama dengan UMKM di Kota Surakarta,” ujarnya.

Peran Ganda: Off Taker UMKM dan Hub Distribusi Sembako

Menurut Budi, koperasi tidak hanya menjual kebutuhan pokok. KKMP Banjarsari juga menjadi off taker atau penampung produk-produk UMKM, sehingga pelaku usaha kecil memiliki kepastian pasar dan pendampingan pemasaran.

Produk yang dipasarkan beragam, mulai dari batik, blangkon, tenun ikat, batik ciprat, ecoprint, hingga kerajinan tangan. Di sisi lain, koperasi juga menjual beras SPHP, beras premium, dan berbagai merek minyak goreng.

“Kita berperan sebagai off taker dari Koperasi Merah Putih terhadap UMKM dan kita juga akan memerankan diri sebagai hub untuk produk-produk kebutuhan sembako bagi warga kita,” katanya.

Harga Lebih Kompetitif Berkat Rantai Distribusi Pendek

Untuk menjamin pasokan sembako, koperasi menggandeng Bulog, ID Food, dan sejumlah distributor. Skema ini membuat rantai distribusi lebih pendek dan harga lebih kompetitif bagi masyarakat.

Budi mencontohkan, keberadaan koperasi justru membantu toko-toko kecil memperoleh stok barang dengan harga yang lebih terjangkau. Mayoritas anggota koperasi merupakan pelaku UMKM, mulai dari pedagang nasi goreng, penjual rice bowl, hingga pemilik toko kelontong.

Dari Garasi ke Rumah Dinas Lurah: Tak Menunggu Gedung Permanen

Menariknya, seluruh aktivitas awal koperasi beroperasi dari garasi rumah ketua koperasi. Kini, operasional telah dipindahkan ke rumah dinas lurah yang tidak ditempati demi memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat.

“Kami sepakat tidak akan menunggu gedung permanen berdiri. Masyarakat sudah menunggu kehadiran Koperasi Merah Putih,” kata Budi.

Meski usianya belum genap satu tahun, perkembangan koperasi ini terbilang pesat. Setelah membukukan sisa hasil usaha (SHU) sebesar Rp2 juta pada akhir 2025, omzet koperasi meningkat tajam hingga menembus Rp300 juta sepanjang Januari-Juni 2026. Budi optimistis capaian tersebut masih akan terus meningkat hingga akhir tahun.

“Saya meyakini ke depan, di akhir tahun pembukuan SHU kami akan meningkat tajam,” ujarnya.

Pemprov Jateng: 8.523 Koperasi Merah Putih Terbentuk, 73 Persen Sudah Beroperasi

Keberhasilan KKMP Banjarsari menjadi salah satu contoh awal berkembangnya Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang digagas pemerintah. Sekretaris Daerah Jawa Tengah, Sumarno, mengatakan koperasi menjadi instrumen penting untuk memperkuat ekonomi kerakyatan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Menurutnya, Pemprov Jawa Tengah juga memperkuat program tersebut melalui Insersi Pendidikan Perkoperasian, yakni memasukkan materi koperasi ke dalam pembelajaran di sekolah. Program itu menyasar sekitar 6,38 juta peserta didik mulai jenjang SD/MI, SMP/MTs, SMA/SMK/MA hingga SLB.

“Kita punya konsep untuk insersi pendidikan koperasi karena pemahaman terhadap konsep koperasi mungkin belum dipahami secara utuh,” kata Sumarno.

Hingga saat ini, di Jawa Tengah telah terbentuk 8.523 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Sebanyak 6.271 koperasi atau sekitar 73 persen di antaranya telah beroperasi. Selain itu, 3.950 gedung koperasi telah selesai dibangun dengan total modal mencapai Rp34,21 miliar dan jumlah anggota lebih dari 200 ribu orang.

Follow www.jatengmonitor.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: jatengnews.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks