KLATEN — Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo memberikan apresiasi tinggi atas mentalitas dan persiapan luar biasa yang ditunjukkan oleh 10 pasang finalis di atas panggung grand final Mas Mbak Klaten 2026. Ajang yang digelar di Klaten, Jawa Tengah, ini akhirnya menetapkan Erlangga Farel dan Aurelia Kayla sebagai pemenang utama.
Proses Seleksi Ketat dan Penampilan Memukau
Para finalis tidak hanya dinilai dari penampilan fisik, tetapi juga kemampuan komunikasi, wawasan kepariwisataan, serta pemahaman tentang budaya lokal Klaten. Bupati Hamenang menilai bahwa persiapan para peserta sudah sangat matang sejak tahap awal seleksi.
“Mentalitas dan persiapan mereka luar biasa. Ini menunjukkan bahwa generasi muda Klaten siap menjadi agen perubahan di sektor pariwisata,” ujar Bupati Hamenang dalam sambutannya di acara grand final.
Peran Duta Wisata dalam Pariwisata Berkelanjutan
Erlangga Farel dan Aurelia Kayla, sebagai pemenang, akan menjalankan tugas sebagai representasi Kabupaten Klaten di berbagai acara promosi wisata. Mereka juga diharapkan menjadi motor penggerak kesadaran masyarakat akan pentingnya pariwisata berkelanjutan.
Pemkab Klaten menargetkan bahwa duta wisata baru ini mampu memperkuat branding destinasi lokal, mulai dari Candi Prambanan hingga wisata kuliner dan desa wisata. Program kerja mereka akan difokuskan pada promosi digital dan edukasi langsung ke komunitas.
Harapan Pemkab untuk Sektor Pariwisata Klaten
Bupati Hamenang menambahkan bahwa kehadiran Mas Mbak Klaten bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan investasi jangka panjang untuk memperkenalkan potensi daerah secara lebih profesional. “Kami ingin pariwisata Klaten tidak hanya ramai pengunjung, tapi juga memberikan dampak ekonomi yang merata bagi warga,” katanya.
Grand final Mas Mbak Klaten 2026 ini menjadi salah satu agenda tahunan yang dinanti masyarakat. Ajang serupa diharapkan terus melahirkan talenta muda yang peduli terhadap pengembangan pariwisata berbasis budaya dan lingkungan.