Pencarian

Investor AS Garap Pengolahan 1.000 Ton Sampah Per Hari di Boyolali, Target Zero Sampah Jateng 2028

Selasa, 04 Agustus 2026 • 09:47:31 WIB
Investor AS Garap Pengolahan 1.000 Ton Sampah Per Hari di Boyolali, Target Zero Sampah Jateng 2028
Investor asal Amerika Serikat berkomitmen membangun instalasi pengolahan sampah menjadi bahan bakar berkapasitas 1.000 ton per hari di Boyolali.

SEMARANG — Kawasan Soloraya yang selama ini menjadi salah satu penghasil sampah terbesar di Jawa Tengah bakal kedatangan fasilitas pengolahan sampah modern. Energy Three International (E3i), perusahaan asal Amerika Serikat, berkomitmen membangun instalasi pengolahan sampah menjadi bahan bakar (waste to fuel) di Boyolali dengan kapasitas 1.000 ton per hari.

Proyek ini dirancang untuk melayani tujuh daerah sekaligus: Kota Surakarta, Kabupaten Boyolali, Sukoharjo, Karanganyar, Wonogiri, Sragen, dan Klaten. Kehadiran fasilitas ini diharapkan menjadi solusi atas penumpukan sampah lama yang belum tertangani selama ini.

Volume Sampah Soloraya Tembus 2.944 Ton Per Hari

Berdasarkan data Pemprov Jateng, kawasan Soloraya memproduksi sekitar 2.944,55 ton sampah setiap harinya. Angka tersebut jauh melampaui kapasitas pengelolaan yang tersedia, sehingga diperlukan fasilitas baru yang mampu mengurangi timbulan sampah secara signifikan.

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menyambut baik rencana investasi ini. Ia menegaskan bahwa penanganan sampah di Soloraya menjadi prioritas pemerintah daerah.

"Saya senang sekali ada investor dari Amerika Serikat yang akan masuk. Ini kalau bisa harus terealisasi dan bisa menyelesaikan permasalahan sampah di Soloraya," kata Luthfi, yang memimpin Jawa Tengah bersama Wagub Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin).

Fokus pada Sampah Lama, Bukan Sampah Baru

Luthfi menjelaskan, sejumlah kerja sama pengolahan sampah sebelumnya telah berjalan di beberapa kawasan aglomerasi, seperti Semarang-Kendal bersama Danantara. Namun, kerja sama tersebut lebih difokuskan pada pengolahan sampah baru.

"Sudah ada beberapa daerah aglomerasi yang MoU pengolahan sampah, seperti Kota Semarang dan Kendal yang sudah dengan Danantara. Lalu Soloraya juga, tapi itu untuk sampah baru, sampah lama masih dicarikan investor," ujarnya.

Skema pengolahan sampah menjadi energi listrik memang telah disiapkan untuk menangani timbulan sampah baru. Namun, persoalan sampah lama yang telah menumpuk masih membutuhkan solusi melalui investasi dan teknologi.

Lahan 20 Hektare Disiapkan di Boyolali

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Jawa Tengah, Heru Djatmika, mengungkapkan bahwa lahan untuk proyek ini sudah disiapkan. Saat ini tersedia 20 hektare dari kebutuhan sekitar 25 hektare.

"Investor ini masuk untuk waste to fuel. Nanti tempatnya di Boyolali. Saat ini sudah tersedia lahan 20 hektare dari kebutuhan sekitar 25 hektare," jelasnya.

Menurut Heru, masuknya investor asal Amerika Serikat merupakan bagian dari strategi pemerintah provinsi mewujudkan target zero sampah pada 2028. Soloraya dipilih karena menjadi salah satu kawasan dengan produksi sampah terbesar di Jawa Tengah, yakni di atas 1.000 ton per hari.

Teknologi Zero Emission dan 300 Lapangan Kerja Baru

Perwakilan E3i ASEAN, Medhat Omran, mengatakan perusahaannya bergerak di bidang investasi pengolahan limbah menjadi biofuel dan energi ramah lingkungan. Teknologi yang digunakan diklaim menerapkan konsep zero emission, sehingga mampu mengolah sampah tanpa menghasilkan emisi yang membahayakan lingkungan.

"Semoga proyek ini dapat terwujud di sini, yang akan bermanfaat bagi masyarakat dan negara. Kita menggunakan teknologi baru dengan zero emission. Jadi, ini ramah lingkungan," katanya.

Selain membantu mengurangi persoalan sampah, proyek tersebut diproyeksikan menciptakan hampir 300 lapangan kerja serta memperkuat posisi Jawa Tengah sebagai salah satu pusat pengembangan energi hijau di Indonesia.

"Kita juga berharap dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat di sekitar fasilitas yang akan kita bangun, sehingga proyek ini akan bermanfaat bagi semua orang dalam banyak hal," ujar Medhat.

Follow www.jatengmonitor.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: jatengpos.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks