SALAM — Petugas pemadam kebakaran Kabupaten Magelang mengerahkan empat armada untuk menjinakkan si jago merah yang melalap tumpukan limbah kayu di PT Kayu Lima Sentosa, Kecamatan Salam, Kabupaten Magelang. Laporan pertama kali diterima pada Selasa (4/8/2026) pukul 18.43 WIB, dan proses pemadaman baru dinyatakan selesai pada Rabu (5/8/2026) dini hari.
Kepala Seksi Pemadaman Damkar Kabupaten Magelang, Eddy Prianta, mengungkapkan bahwa api pertama kali diketahui oleh seorang karyawan yang tengah membuang limbah di area fasilitas penampungan tersebut.
"Karyawan sempat melakukan pemadaman awal menggunakan peralatan yang ada. Namun, api semakin membesar dan merembet sehingga perusahaan melapor ke Damkar," kata Eddy.
Bara Tersembunyi di Dalam Tumpukan Hambat Proses Pemadaman
Hambatan terbesar dalam pemadaman kali ini bukanlah besarnya lidah api, melainkan bara panas yang mengendap di bagian terdalam tumpukan kayu. Kondisi ini membuat teknik penyiraman konvensional dari permukaan menjadi tidak efektif.
"Dari atas terlihat padam, tetapi di dalam masih ada bara. Teknik pemadamannya harus berbeda dan membutuhkan waktu lebih lama," jelas Eddy Prianta.
Petugas gabungan dari pos wilayah Salam, Muntilan, dan markas induk Damkar Kabupaten Magelang harus bekerja ekstra untuk membongkar tumpukan dan memastikan seluruh sumber panas benar-benar padam.
Warga Permukiman Aman, Asap Tebal Sempat Menyelimuti Kawasan
Meski luas area terdampak mencapai 5.000 meter persegi, lokasi kebakaran yang berjarak cukup jauh dari permukiman membuat warga sekitar dipastikan aman. Namun, kepulan asap tebal sempat menyelimuti udara kawasan Mantingan selama proses pemadaman berlangsung.
Insiden ini tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka-luka. Kerugian material akibat kebakaran belum dapat ditaksir karena fokus utama saat ini adalah memastikan kondisi benar-benar aman.
Penyebab Masih Diselidiki, Perusahaan Awasi Titik Api Sisa
Hingga saat ini, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang. Pihak perusahaan juga tidak tinggal diam dan terus melakukan pemantauan berkala di lokasi kejadian.
Langkah antisipasi ini diambil untuk memastikan tidak ada sisa bara yang kembali menyala setelah petugas pemadam ditarik mundur dari lokasi, mengingat karakteristik api yang mampu bertahan di dalam tumpukan material kayu.